BANTAENG, BKM — Malang tak dapat ditolak. Untung tak bisa diraih. Begitulah yang menimpa Arifin, warga Jl Merpati Baru, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng.
Betapa tidak. Putera Arifin yang baru berusia lima tahun, Firman, tewas mengenaskan setelah tersengat arus listrik bertegangan 220 volt, Selasa (11/4), pukul 19.15 wita. Hanya berselang lima menit setelah keseterum, yakni pukul 19.10 wita.
Menurut Arifin, ayah korban mengatakan, sebelum kejadian, dia sedang memotong besi menggunakan gerinda. Memasuki waktu magrib, dia melepas peralatannya dari terminal stop kontak.
Arifin meninggalkan tempat kerjanya dan masuk rumah. Dia tidak mecabut colokan yang menghantar arus ke terminal. Diluar dugaan, ketika Arifin tengah beristirahat, puteranya menuju tempat kerja sang ayah.
Firman yang masih bocah ini tidak menyadari bahaya yang mengintai jiwanya. Dia mengambil potongan besi lalu mencolok ke terminal yang berarus listrik. Dalam sekejap, tubuh Firman terpental dan langsung tidak sadarkan diri.
Melihat kejadian ini, Sitti, nenek Firman berteriak histeris seraya menolong cucunya. Mendengar teriakan nenek Firman, Arifin beranjak dan mendatangi TKP kemudian menggendong puteranya.
Dalam keadaan tidak sadar, Firman dibawa oleh ayahnya ke RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu Bantaeng untuk mendapatkan pertolongan. Sayangnya, nyawa Firman tidak dapat diselamatkan.
Direktur RSUD Makkatutu, dr Sultan, ketika dokonfirmasi, Rabu (12/4), mengatakan, Firman sudah meninggal sebelum tiba di rumah sakit. “Dia sudah meninggal baru dibawa ke rumah sakit”, katanya.
Firman mengalami luka bakar akibat sengatan pada pangkal ibu jari kanan dan kehernya. (wam/C)
Bocah Lima Tahun Tewas Kesetrum
×

