MAKASSAR, BKM — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan melipatgandakan pengamanan selama bulan puasa. Langkah tersebut diambil menyusul terjadinya teror bom di Kampung Melayu, Jakarta.
”Kita lipatgandakan petugas yang dikerahkan di lapangan untuk memberikan layanan keamanan kepada masyarakat. Sekaligus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi tindak kriminal dan aksi kejahatan selama bulan ramadan,” kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono, Jumat (26/5).
Dia menyebut beberapa fasilitas umum dan vital yang menjadi titik pengamanan ekstra ketat. Yakni bandara, pelabuhan serta terminal.
”Tempat itu merupakan pintu keluar masuknya orang-orang, baik oleh warga Sulsel maupun dari luar,” ujarnya di sela-sela memimpin personelnya melakukan aksi bersih-bersih di Masjid Al-Markaz Al-Islami.
Orang nomor satu di jajaran Polda Sulsel itu telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk bergerak sejak pagi guna melakukan antisipasi dini.
Sebelumnya, pada Kamis malam (25/5), Polda Sulsel menggelar rapat persiapan pengamanan selama ramadan. Untuk mengantisipasi terjadinya teror bom di wilayah hukum Polda Sulsel, sebanyak 4.135 personel dikerahkan.
”Personel ini sudah berada di lapangan sejak awal ramadan. Mereka dikerahkan untuk memberikan rasa aman serta nyaman kepada masyarakat Sulsel pada umumnya, dan Makassar khususnya. Pengamanan ini berlangsung hingga usai lebaran Idul Fitri,” terang Muktiono.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombe Pol Dicky Sondani merinci, personel yang diturunkan terdiri dari satuan Brimob dan Sabhara. ”Kalau jumlah personel yang dikerahkan jumlah keseluruhannya 4.153. Dari Brimob 2.000 orang, dan Sabhara 2.153 personel,” bebernya.
Para personel ini, tambah Dicky, bergerak untuk mengantisipasi teror serta pengamanan di lokasi yang telah dipetakan cukup rawan. ”Untuk saat ini, yang cukup vital itu bandara dan pelabuhan. Kalau terminal biasanya pada arus mudik,” terang Dicky.
Selain itu, lanjut Dicky, polisi juga ditugaskan berjaga di tempat-tempat ibadah. Seperti masjid hingga selesainya pelaksanaan salat tarwih.
”Tempat ibadah juga jadi prioritas pengamanan. Polisi berjaga sampai salat tarwih selesai. Kita ingin memastikan, dengan sinergitas masyarakat dan polisi, daerah kita aman,” tandasnya.
Terpisah, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi menyebut, pihaknya mengerahkan 300 personel untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminal di bulan ramadan. Mereka bertugas di masjid-masjid serta area bital.
”Seminggu sebelum lebaran nanti kami akan menggelar operasi ramadiyah untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan,” ujar Endi.
Diakui Endi, pihak kepolisian sektor (polsek) telah mengetahui tugas dan fungsinya setiap bulan suci ramadan. Mereka akan turun melakukan patroli dari lorong ke lorong dalam wilayah hukumnya.
”Setiap tahun, masing-masing polsek melakukan patroli setelah melaksanakan pengamanan salat tarwih. Ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” terangnya.
Mengenai elekton berjalan menggunakan mobil yang setiap tahunnya marak beroperasi, Endi mengimbau agar tidak mengganggu ketenangan masyarakat. Apalagi mereka biasa berkeliling kota di malam hari.
”Bisa membangunkan masyarakat, tapi jangan sampai mengganggu. Karena itu bisa membuat warga lainnya marah. Kan bisa timbul keributan. Jadi sebaiknya harus saling menjaga keamanan dan kenyamanan,” tandasnya. (ish/rus)
Pengamanan Dilipatgandakan Guna Antisipasi Teror
×

