Korban Tewas Kecelakaan Imbalannya Surga
Peristiwa lakalantas yang menelan 4 korban jiwa atau satu keluarga yang tewas habis di hari lebaran ,(25/6) lalu, hingga kini masih menjadi bahan pembincangan berbagai kalangan di daerah ini. Sementara pihak keluarga merasa sangat sedih, terpukul dan merasa kehilangan atas kepergian 1 rumpun keluarganya 4 orang sekaligus (suami-isteri dan 2 anaknya) secara tragis dan menyedihkan. Bahkan pihak keluarga hampir hilang kendali. Kendati demikian, kesedihan jajaran keluarga kini mulai reda dan kembali menyadari bahwa musibah itu sudah merupakan suratan takdir yang tak dapat dielakkan.
Sejumlah agamawan dan udztas yang dimintai pandangannya tentang peristiwa ini pada intinya melihat bahwa kejadian ini sudah merupakan ketentuan Tuhan. Drs H Ahyaruddin Hakim, dosen STISIP Muhammadiyah Kab Sidrap mengatakan, peristiwa kecelakaan yang menelan korban satu keluarga itu hendaknya dipetik hikmahnya. Menurut udstaz yang juga mantan anggota DPRD tersebut, korban kecelakaan ketika hendak bersilaturahim di hari fitri itu termasuk ibadah. Lain halnya kalau orang hendak minum atau narkoba lantas mendapat kecelakaan itu bukan ibadah.
Untuk itulah, Ahyaruddin Hakim yang juga mantan Pimpinan Daerah Muhamadiyah Kab Sidrap tersebut meminta kepada pihak keluarga yang ditinggalkan meyakini sepenuhnya bahwa segala sesuatunya itu sudah ditentukan Allah SWT. Oleh karena itu, urainya, agar keluarga yang ditinggalkan tetap bersyukur dan bersabar sebab dengan bersyukur dan bersabar insya Allah akan mendapat rahmat Allah. Pihak keluarga, lanjutnya, tidak perlu kuatir sebab para korban tewas tersebut sahid yang menunggu surga. ”Makanya, begitu saya baca di facebook, saya langsung mendoakan korban, jadi jajaran keluarga dan handai-tolan korban agar banyak-ba nyak berdoa untuk para korban”, ujar uztads yang dikenal vokal menyuarakan kebenaran itu.
Pesan senada diungkapkan Udztas H. Muh Nasir Cumba, Sekretaris Safari Berjamaah Kab Sidrap. Dikatakannya, suami-isteri dan dua anaknya yang tewas kecelakaan di hari fitri itu masuk surga. Ustads Nasir menggambarkan bahwa seandainya keluarga yang ditinggalkan dapat melihat keadaan korban kecelakaan setelah tewas, maka keluarga akan melihat mereka nyaman di alam sana.
“Hanya saja, kita dan keluarga yang ditinggalkan, hanya melihat peristiwanya tragis, menyedihkan sehingga kita merasa ibah dan terpukul dengan peristiwa itu padahal mereka nyaman di sana,” hematnya.
Bagi kaum muslim, lanjutnya, musibah itu sebenarnya merupakan cobaan sedangkan pihak lain bisa jadi laknat Tuhan YMK. Karena merupakan ujian dan cobaan, urainya, maka keluarga yang ditinggalkan diuji apakah mereka mampu untuk bersabar dan bersabar sebesar apapun musibah yang menimpahnya. Menurut udztas Nasir yang dikenal dengan gaya humorisnya ini, ketika kita bersabar menerima cobaan, maka berdasarkan Al Qur’an dan Hadist Allah SWT menjanjikan balasan berupa kebaikan yang teramat besar dan hanya Tuhan yang tahu dan setelah mendapatkan kebaikan maka akhirnya mendapatkan pahala dan amal kebajikan.
”Janji Allah itu pasti, lain halnya kalau manusia yang berjanji relatif, bisa jadi dipenuhi dan bisa tidak, tapi jika Allah yang berjanji itu pasti,” tegasnya berulang-ulang.
Pesan senada diungkapkan pula 2 orang udztas yang dihubungi melalui ponselnya di Makassar. Al Ustadzs Andi Hadi Ibrahim Baso, SS, MA, Ketua Ikatan Dakwah Islamiyah Kota Makassar pada intinya mengatakan, semoga musibah yang menimpah keluarga tersebut dapat segera terselesaikan dengan baik. Menurutnya, musibah yang menewaskan 4 orang sekaligus atau suami-isteri dan 2 orang anaknya tersebut merupakan ujian dari Allah SWT. Oleh karenanya pihak keluarga yang ditinggalkan hendaknya bersabar menerima ujian ini.
Sementara Udztas Haidir, Imam Masjid Bandara Sultan Hasanuddin Makassar mengatakan, mati karena kecelakaan seperti itu imbalannya adalah surga. “Ada dalilnya yang menjami itu, bahwa kalau orang mati tabrakan, mati tenggelam, mati terbakar maka korbannya masuk surga,” tandasnya. Imam muda yang dikenal bersuara merdu dan fasih ketika melantumkan ayat-ayat suci Al qur’an ini juga berpesan kepada jajaran keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah dan bersabar menghadapi cobaan ini. (*)

