pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Cabai-cabai Belum Bisa Dipanen di Harkopnas

MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketahanan Pangan (DPK) Makassar memastikan bantuan cabai kepada 500 kelompok tani lorong (poktanrong) yang ada di 14 kecamatan di Makassar belum bisa dipanen di Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) yang jatuh pada 12 Juli mendatang.
Kepala Seksi Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Makassar, Ferdi Mochtar, menjelaskan, bantuan budidaya cabai dari pemerintah kota yang dianggarkan sebesar Rp5 miliar sejauh ini masih berusia 1,5 bulan. Diusia yang masih baru, cabai-cabai yang dibudidaya poktanrong belum dapat dipanen dalam waktu dekat ini.
Cabai-cabai budidaya poktanrong, tambah Ferdi, mulai dapat berproduksi usia sekitar tiga bulan atau 75 hari.
“Diperkirakan cabai-cabai itu bisa dipanen akhir Juli. Saat ini cabai-cabai masih berbunga dan ada juga yang sudah berbuah, bahkan sudah ada sebagian yang sudah berwarna kuning. Tahapannya bervariasi mulai umur satu sampai satu setengah lima bulan,” jelas Ferdi di kantor Balaikota, Kamis (6/7).
Dikatakan, lambatnya cabai-cabai dipanen karena waktu tender pengadaan tuntas pada Mei. Cabai mulai dapat dimasukkan ke dalam polybag kecil, setelah mulai tumbuh dengan usia satu bulan dengan memiliki lima sampai delapan daun cabai kemudian dipindahkan ke dalam polybag besar. Sehingga cabai baru bisa berproduksi pada akhir Juli nanti.
Ditargetkan, setiap poktanrong dapat membudidaya 500-700 pohon cabai dengan indikator resiko mencapai 15-25 persen. Bantuan cabai juga ditargetkan mampu menghasilkan 250.000 pohon cabai.
“Tapi ada juga budidaya cabai hasil swadaya dari masyarakat. Dimana cabai swadaya masyarakat itulah yang nantinya dipanen saat menyongsong Harkopnas nanti. Ada 3.150 pohon cabai hasil swadaya masyarakat yang siap panen. Jumlahnya itu berasal dari 12 kecamatan,” sebutnya.
Adapun kecamatan yang menyumbang mulai dari Kecamatan Rappocini sebanyak 600 pohon, Kecamatan Panakkukang sebanyak 580 pohon, dan Kecamatan Tamalanrea dan Tamalate yang masing-masing 300 pohon. Sementara Kecamatan Tallo 250 pohon, Kecamatan Wajo 170 pohon, Kecamatan Manggala, 150 pohon dan Kecamatan Ujung Pandang serta Kecamatan Makassar masing-masing 100 pohon. ” Cabainya sudah siap panen itu karena buahnya sudah lebat dan berwarna merah. Diperkirakan setiap pohon menghasilkan hingga 1,5 kg,” tutupnya. (arf)



×


Cabai-cabai Belum Bisa Dipanen di Harkopnas

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar