pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Awalnya Sempat Deg-degan, Akhirnya Plong

POSTURNYA tegap. Dengan mantap dia mengayunkan langkah mengikuti irama dan instruksi pemimpin barisan. Tatapannya fokus ke depan. Kendati terpancar ketegangan di wajahnya, namun dengan mantap, dia terus melangkah dengan tegap untuk menyelesaikan tugas yang diemban sebagai salah satu pasukan pengibar bendera (paskibra) tingkat Provinsi Sulsel di halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (17/8).

Laporan: Rahmawati Amri

ANAK muda yang menggunakan seragam putih-putih dan berpeci hitam itu adalah Rezha Ananda Putra. Sapaan akrabnya Rezha. Ia salah satu anak muda yang beruntung terpilih menjadi salah satu pasukan pengibar bendera untuk tingkat Provinsi Sulsel. Mampu menyisihkan ratusan remaja sebayanya yang punya mimpi sama menjadi paskibra.
Bukan itu saja. Dari 73 yang terpilih sebagai paskibra dari berbagai kabupaten/kota se-Sulsel, Rezha juga diamanahkan menjadi penggerek bendera saat pengibaran benedara merah putih di halaman Rujab Gubernur Sulsel, kemarin.
Dengan mantap, diiringi lagu Indonesia Raya, lelaki kelahiran 25 Januari 2001 itu melaksanakan tugasnya dengan baik hingga merah puthi tiba di puncak tertinggi tiang bendera.
Usai melaksanakan tugas dengan baik, dia tak mampu menyembunyikan rasa lega dan bahagia.
“Rasanya plong. Walaupun tadi waktu mau melaksanakan tugas, sempat deg-degan. Alhamdulillah,” ungkapnya kepada BKM sesaat setelah upacara HUT ke-72 Kemerdekaan Indonesia digelar.
Siswa kelas II jurusan IPA, SMA Angkasa Kabupaten Maros itu menuturkan, menjadi paskibra di tingkat provinsi merupakan pengalaman yang sangat membanggakan. Tentu saja takkan pernah dilupakan.
Cita-citanya untuk menjadi pasukan yang diberi amanah untuk mengibarkan bendera sudah lama terpatri dalam hatinya. Karena itu, dia selalu konsen pada kegiatan baris berbaris yang diadakan di sekolahnya.
Beberapa tahapan seleksi harus diikuti untuk sampai ke Rujab gubernur Sulsel mengibarkan bendera merah putih. Namun berkat ketekunan, fokus untuk meraih impian, apa yang diidam-idamkan bisa terwujud.
Selama 16 hari, Rezha bersama teman-teman lain yang terpilih, diglembeng di kawah candradimuka pusat pelatihan paskibra. Dirinya ditempa dan dilatih laiknya seorang prajurit. Di karantina, tak boleh berhubungan dengan keluarga. Tidak boleh memegang ponsel. Setiap hari, hanya latihan dan latihan yang dilakukan. Dan demi melaksanakan tugas dengan maksimal, baik, dan sempurna, semua tahapan dilaluinya.
Bukan hanya pelatihan baris-berbaris yang diberikan selama pemusatan latihan. Dia mengaku banyak pengalaman dan ilmu bermanfaat yang diberikan oleh para pelatih. Terutama dalam memperkuat fisik dan mental.
Putra dari pasangan Muniati dan Nasrun itu akan menjadikan pengalaman berharganya sebagai bekal yang akan disalurkan ke teman-teman maupun adik kelasnya ketika kembali ke sekolah.
Dia mengaku terharu karena pencapaiannya saat ini bisa membuat orang tuanya bangga. Ungkapan terima kasih berkali-kali disampaikan kepada orang yang telah melahirkannya itu. Karena berkat dorongan dan dukungannya, dia bisa sampai ke tahapan yang sangat membanggakan dalam hidupnya.
Tak lupa, dia mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada seluruh pelatih dan semua yang sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk mengajarkan dirinya dan teman-temannya menjadi pribadi yang tangguh dan bermanfaat. (*/rus)



×


Awalnya Sempat Deg-degan, Akhirnya Plong

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar