MAKASSAR, BKM — Aparat kepolisian di jajaran Polda Sulsel mengambil tindakan tegas terhadap pelaku tindak kriminal. Dalam sehari, Rabu (16/8), tiga tersangka pencurian yang diamankan di tempat berbeda terpaksa dihadiahi timah panas.
Mereka adalah Syariandi alias Gopal (20), Sahar alias Unda bin Biko (30), dan Hasbi bin Jaga (36).
Syariandi yang masuk target operasi diamankan tim Satuan Tugas (Satgas) Operasi Sikat Lipu 2017 dipimpin Iptu Makmur. Ia terpaksa ditembak karena menendang petugas saat dibawa untuk pengembangan. Dengan wajah kuyuh, dia menyampaikan pertobatannya usai proyektil yang bersarang di kakinya diangkat oleh tim medis Rumah Sakit Bhayangkara.
Syariandi yang beralamat di Jalan Lembo, Makassar diamankan saat pulang ke rumahnya, Selasa (15/8) sekitar pukul 18.00 Wita. Seorang anggota Satgas Sikat Lipu memperoleh informasi, jika buron yang sejauh kabur tengah berada dirumahnya.
Tak lama berselang, polisi kemudian bergerak mendatangi persembunyian tersangka di Jalan Lembo. Ia diketahui sebagai pelaku curas yang terbilang sadis dan tak segan-segan melukai korbannya.
Gopal akhirnya berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Selanjutnya digiring ke markas tim khusus Polda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dihadapan polisi yang memeriksanya, tersangka mengaku melakukan pencurian serta begal pada tujuh titik. Enam diantaranya ia mencuri di rumah warga.
Dalam aksi begalnya, tersangka mengaku ditemani tiga rekannya. Masing-masing Edo, Saddang dan Fahrul. Sementara Culla menemaninya saat mencopet dan masuk ke rumah warga.
Usai diinterogasi, Rabu malam (16/8), petugas kemudian membawa tersangka untuk pengembangan. Ia diminta menunjukkan persembunyian rekannya.
Namun dalam perjalanan, tersangka menendang perut salah seorang petugas kepolisian. Ia mencoba melarikan diri. Tindak persuasif tak berhasil, tersangka kemudian ditembak pada bagian lutut dan betis kirinya. Selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menyebutkan lokasi aksi pelaku. Di Jalan Pannampu samping BRI, tersangka menjambret dan mengambil HP korbannya merek Samsung J1. Ia ditemani rekannya bernama Fahrul.
Di Jalan Pelajar dekat lampu merah, tersangka melakukan jambret dan berhasil mengambil HP korban. Gopal ditemani temannya bernama Edo.
Selanjutnya di Jalan Yos Sudarso empat bulan lalu, tersangka bersama Edo menjambret dan mengabil HP Samsung J2. Di jalan yang sama pada bulan Juni, lagi-lagi tersangka beraksi bersama Fahrul.
Di Jalan Dakwah pada bulan Juni, Gopal bersama Saddang dan Fahrul menjambret korbannya dan berhasil mengambil HP merk Oppo. Kemudian di Jalan Pannampu pada bulan Februari, tersanga bersama Edo menjambret dan mengambil HP merk Samsung Frame. Terakhir melakukan begal di Jalan Tentara Pelajar bersama Saddang, merampas HP merek Samsung Frame.
Sementara titik aksinya melakukan curat, yakni di Jalan Lembo. Tersangka bersama dua rekannya, Saddang dan Edo mengambil bawang merah sebanyak tiga karung dan TV 21 inci.
Aksi berikutnya, Gopal bersama Awal mencuri tabung gas dan dispenser, lalu dijual di Pannampu. Selanjutnya di Jalan Lembo lorong 2, tersangka bersama Culla mengambil dompet korbannya dan HP merek Nokia.
Di Jalan Lembo Lorong 4 tersangka mengambil laptop dan helm korbannya. Aksi selanjutnya, tersangka bersama Saddang mengambil tabung gas dan kompor gas. Teraksi di Jalan Landak, tersangka bersama dua rekannya Edo dan Fahrul mengambil tabung gas dan TV.
Operasi Sikat Lipu 2017 juga memmbekuk dan menembak Sahar. Tersangka pencurian ternak (curnak) ini sudah bersembunyi selama enam bulan lamanya.
Keberadaan Unda terlacak bersembunyi di Jalan H Muh Yasin Limpo, Samata, Kabupaten Gowa. Di dilaporkan ke Polres Sinjai tertanggal 10 Januari 2017.
Penangkapan terhadap tersangka dilakukan setelah anggota Tim Resmob Polres Sinjai melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, diperoleh informasi jika tersangka sedang berada di Jalan HM Yasin Limpo, Rabu (15/8) sekitar pukul 01.30 Wita.
Tim Unit Resmob Polres Sinjai yang dipimpin Ipda Bondan Wicaksono, selanjutnya melakukan kordinasi ke Unit Resmob Polres Gowa dan Unit Resmob Polda Sulsel. Tim unit Resmob Polres Gowa dipimpin Ipda Malalak tiba tak lama berselang. Menyusul tim unit Resmob Polda Sulsel yang dipimpin Iptu Makmur.
Salah seorang petugas masuk ke lokasi persembunyian tersangka. Kejar-kejaran pun berlangsung. Namun hanya beberapa langkah berlari, tersangka langsung dicegat.
Tapi ia tak menyerah. Tetap mencoba melarikan diri. Tindakan persuasif ditempuh. Namun tak dihiraukan. Diapun ditembak dua kali pada bagian kaki kiri dan kanan.
Usai mendapat perawatan medis di RS Bhayangkara, warga Dusun Pusanti, Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai ini dibawa ke posko Resmob Polda Sulsel. Dihadapan polisi yang memeriksanya, tersangka mengaku sudah empat kali melakukan pencurian ternak sapi. Ternek hasil curiannya kemudian disembelih dan dijual ke Makassar.
Menurut Dicky Sondani, tersangka Sahar sudah enam bulan berstatus DPO setelah melakukan curnak di Kabupaten Sinjai.
Tersangka lain yang diberi tindakan tegas oleh polisi adalah Hasbi, warga Desa Sakkoli, Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo. Ia terlibat dalam pencurian mesin pompa air milik warga.
Hasbi dibekuk Rabu (16/8) pukul 04.00 Wita oleh tim Unit Resmob Polres Wajo yang dipimpin Iptu Supriyanto. Selain mengamankan pelaku, turut diamankan satu unit mesin pompa air hasil curiannya. (ish/rus)
Sehari, Tiga Tersangka Pencurian Ditembak
×

