MAKASSAR, BKM– Dinas Perikanan dan Pertanian (DPP) Kota Makassar tengah mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk memeriksa kesehatan hewan kurban jelang pelaksanaan Idul Adha 1437 hijriah.
Satu unit mobil laboratorium atau animal care yang dilengkapi peralatan berupa obat-obatan, vaksin dan mikroskop mulai beroperasi melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban Jumat, 25 Agustus pekan ini.
Tim Teknis Kesehatan Hewan DPP Kota Makassar, Abdul Haris mengatakan, jelang pelaksanaan Idul Adha tahun ini, DPP Kota Makassar akan turun melakukan pemeriksaan kesehatan hewan.
Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel darah hewan untuk mengidentifikasi apakah ada hewan kurban yang tidak sehat.
Pemeriksaan dilakukan secara langsung di lokasi atau tempat penjualan hewan kurban yang ada di setiap kecamatan pinggiran kota, seperti di Kecamatan Manggala, Biringkanayya, Tamalanrea, Rappocini dan Tamalate.
“Mobil animal care sudah dilengkapi berbagai peralatan seperti obat-obatan, vaksin, komputer, meja kecil, dan mikroskop. Jadi petugas yang turun bisa langsung melakukan pemeriksaan di lokasi dan hasilnya bisa langsung diketahui hari itu juga,” sebut Haris kepada BKM, Rabu (23/8).
Sebenarnya kata Haris, vaksinasi bukan hanya diberikan untuk hewan atau ternak besar berupa sapi ataupun kambing. Tapi vaksinasi juga diberikan untuk unggas kecil dan peliharaan seperti ayam, bebek, burung, anjing dan kucing dengan tujuan menyelamatkan hewan dari virus dan penyakit khususnya flu burung.
“Semuanya kita bisa lakukan di mobil animal care. Selain dilengkapi dengan peralatan, animal care ada petugas kesehatan hewan,” terangnya.
Khusus untuk hewan kurban tahun ini, jelas Haris, DPP Kota Makassar akan memberikan tanda setiap hewan kurban yang layak di kurbankan dan telah melalui pemeriksaan kesehatan. Tanda tersebut berupa stiker berwarna pink yang ditempel di tanduk hewan kurban sapi. Di stiker tercantum nomor seri sesuai Surat Keterangan Kesehatan Hewan Qurban (SKKHQ) yang dikeluarkan DPP Makassar.
“Setiap pembeli hewan qurban wajib mengambil SKKHQ dan melihat stiker hewan itu. Semua hewan yang sudah kami periksa pasti memilki SKKHQ,” ujarnya.
Hewan kurban yang dinyatakan layak dijual adalah hewan sehat dari dalam dan fisiknya. Hewan kurban sapi harus minimal berusia dua tahun dan kamping 1,5 tahun serta kondisi fisik tidak cacat seperti pincang, buta, daun telinga tidak lubang.
“Di Kota Makassar hewan kurban untuk sapi paling banyak. Jenisnya pun beragam ada sapi brahman, sapi limosin dan sapi bali. Yang berpotensi atau yang sering ditemui cacat dan sakit adalah sapi bali. Agar aman membeli harusnya mengambil SKKHQ,” tegasnya. (arf)
Hewan Kurban Sehat Diberi Stiker Warna Pink
×

