LUTIM, BKM — Forum Masyarakat Tani (FMT) Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur menggelar aksi unjuk rasa di pertigaan Enggano tepatnya Desa Asuli Kuari, Senin (18/9).
Aksi oleh FMT ini melibatkan ratusan warga tani. Mereka kesal akibat kerap mendapatkan teror dari pihak perusahaan tambang nikel milik PT Vale Indonesia, Tbk.
Jendral Lapangan, Hamrullah kepada BKM Senin (18/9) menjelaskan aksi ini dilakukan berdasarkan pertemuan dengan masyarakat tani di Kecamatan Towuti dan Wasuponda pekan lalu.
Menurut Hamrullah, lahan pertanian masyarakat yang akan ditambang oleh PT Vale Indonesia.
“PT Vale telah melakukan mobilisasi peralatan dan perlengkapan tambang memasuki lahan warga,” ungkapnya.
Menurutnya, PT Vale Indonesia tidak pernah melakukan komunikasi saat memasuki lahan pertanian warga. Bahkan, melakukan teror – teror kepada masyarakat tani.
“Bahkan telah melakukan teror kepada masyarakat tani yang membuat resah dan takut. Olehnya itu, FMT dengan tegas menolak tindakan tersebut,” ungkap Hamrullah melalui suratnya.
Dia menegaskan Pemkab dan masyarakat tiga Pilar telah sepakat dengan diikat oleh 14 kesepakatan. Salah satunya adalah PT Vale tidak akan mengganggu lahan pertanian masyarakat.
“Demonstrasi ini akan dilakukan pada 18-22 September Berdasarkan surat penyampaian aksi ujuk rasa ke pihak kepolisian,” jelasnya lagi.
Sementara itu, Pihak PT Vale Indonesia sendiri hingga kini belum dapat memberikan keterangan resmi terkait aksi demo warga tersebut. (alp/C)

