SIDRAP, BKM — Memasuki musim kemarau, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sidrap mengklaim stok air pada Musim Tanam (MT) Oktober -Maret (Okmar) 2017-2018 terancam kekurangan.
Hal itu disebabkan adanya pengeringan pada empat pada empat Daerah Irigasi (DI) teknis yakni Sadang, Bila, Bulu Cenrana, dan Bulo Timoreng.
Kepala Bidang SDA Sidrap, Muh Yusuf Thamrin mengatakan, pengeringan pada empat titik irigasi teknis dilakukan dalam rangka pemeliharaan jaringan secara berkala yang setiap tahun dilakukan.
Pengerikan dilakukan selama sebulan, tepatnya mulai 1-30 September. “Jadi nanti 1 Oktober air bisa mengalir lagi. Pemeliharaan itu dilakukan untuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak. Untuk itu kami minta para petani mengirit dan mengefesiensikan penggunaan air selama perbaikan dan kemarau ini berlangsung,” ujar Yusuf Thamrin, Minggu (24/9).
Yusuf mengklaim ketersediaan air pada MT Okmar minim dibanding pada MT April-September (Apsep). Meski begitu, pihaknya tetap upayakan dalam pelaksanaan operasi pengendalian dan pengamanan jaringan secara efektif dan efisien dengan maksud untuk menekan serendah mungkin tingkat kehilangan air di jaringan.
“Kami harap petani pemakai air saluran irigasi agar memanfaatkan air sesuai kebutuhan dan harus saling berkoordinasi dengan petugas teknis PSDA di lapangan,” jelasnya.
Dia menambahkan, pada MT Okmar ini petani juga diharap bisa menanam padi dengan varitas yang berumur genja dan sedang serta taat pada perjanjian kesepakatan tudang sipulung yang di program pemerintah. (ady/C)

