MAKASSAR, BKM — ?Program Guru Garis Depan (GGD) untuk wilayah Sulawesi Selatan mulai bertugas. Sebanyak 76 orang dinyatakan lulus seleksi.
Secara simbolis, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo menerima mereka di Gedung Guru Jusuf Kalla, Senin (25/9).
Dalam kesempatan tersebut, None panggilan akrab Irman YL, mempertanyakan mekanisme perekrutan dan penempatan GGD. Program GGD sebenarnya langsung ditangani oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Hal itu disampaikan saat memberikan pengarahan bagi CPNS yang terangkat sejak 1 Agustus 2017 ini.
“Apalagi yang 76 orang ini saya tidak tahu asal usulnya, tiba-tiba ada penempatannya di sini,” katanya.
Untuk itu, pihaknya akan memastikan sekolah yang akan ditempati mengajar oleh guru-guru ini memang berada di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).
?”Saya pastikan jika dilakukan pengecekan dan ternyata sekolah Anda tidak terpencil, maka saya akan terpencilkan. Karena tugas utama kalian adalah GGD,” sambungnya.
Menurutnya, di Sulsel masih ada beberapa daerah yang terbilang terluar. Seperti Kepulauan Liukang Kalmas dan Liukang Tanggaya di Kabupaten Pangkep. Serta daerah terpencil seperti Seko dan Rampi di Luwu Utara.
Dalam kesempatan tersebut None juga meminta guru-guru ini memiliki integritas yang tinggi. Sebab, pengetahuan dan kemampuan yang tinggi tak akan berguna jika tak memiliki interitas.
Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Menengah Disdik Sulsel, Basri menambahkan, ke 76 GGD ini merupakan guru yang akan mengajar di SMA/SMK. Tahun ini, hanya satu daerah yang menjadi penempatan GGD di Sulsel yaitu Kabupaten Jeneponto.
?Proses seleksi GGD ini langsung ditangani oleh Kemendikbud. Mereka yang lolos adalah guru yang pernah mengikuti program Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM-3T) dan Program Profesi Guru.
Meski merupakan program pusat, namun untuk penggajian tetap dibebankan kepada setiap daerah penempatan. Gaji diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK) setiap daerah.
Secara nasional, ada 6.296 orang GGD yang telah dinyatakan lulus sejak tahun 2016. Mereka akan ditempatkan di 93 kabupaten di 14 provinsi di Indonesia. (rhm)
None Pertanyakan Rekrutmen Guru Garis Depan
×

