GOWA, BKM — Jatah beras prasejahtera (Rastra) Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong yang ditolak dan dikembalikan Pemerintah Kelurahan Pattapang ke Bulog sejak Kamis (28/9) pukul 18.00 Wita, akhirnya diganti pihak Bulog.
Rastra penggantian sebanyak 381 karung berisi 15 kilogram (Kg) per karung itu dilakukan Bulog pada Minggu (1/10) dan tiba di kantor Lurah Pattapang pukul 12.00 Wita. Distribusi jatah Rastra itu pun kembali diperiksa dan ditimbang ulang staf kelurahan disaksikan Lurah Pattapang, Rahmatiah, Kepala Lingkungan Buluballea, Syamsu Marlin serta Babinsa Pattapang, Sertu Muntu Achmad.
Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz Malaganni yang dikonfirmasi BKM, Senin siang (2/10), membenarkan penggantian jatah Rastra untuk Pattapang. ”Alhamdulillah jatah Rastra warga Pattapang sudah diganti. Rastra itu sudah pas ukuran beratnya 15 Kg per karung dan siap dibagikan kepada warga setempat selaku penerima manfaat,” terang Andry.
Ia pun berharap, ke depan masalah yang terjadi pada pendistribusian Rastra ini tidak terulang lagi. ”Bukan hanya pada Kelurahan Pattapang. Tapi semua desa dan kelurahan yang ada di Tinggimoncong jangan sampai terjadi kekurangan isi karung. Kami imbau agar lurah maupun Kades jangan menerima distribusi Rastra pada malam hari. Harus diterima siang hari untuk memudahkan pengecekan dan pemeriksaan hasil kiriman,” tandas camat.
Sementara itu pihak gudang Bulog Sungguminasa yang hendak ditemui di kantornya sedang tidak ada di tempat. Terpisah, Kabag Administrasi, Perekonomian dan Pembangunan Setkab Gowa, Firdaus, selaku penanggungjawab Rastra tingkat Kabupaten Gowa yang dikonfirnasi, kemarin, membenarkan adanya pengembalian Rastra oleh pemerintah Kelurahan Pattapang dan penggantian beras jatah pun telah dilakukan pihak Bulog Sungguminasa.
”Yah, Rastra yang diklaim kurang isinya oleh pemerintah di Pattapang gantinya sudah didistribusikan pihak Bulog dan sudah diterima pemerintah kelurahan setempat. Sesuai aturan, memang pihak Bulog bersedia mengganti beras yang didistribusikan apabila tidak layak konsumsi ataupun takarannya berkurang dari jumlah yang telah ditentukan,” kata Firdaus via telpon selularnya.
Ditanya kemungkinan kesalahan siapa sehingga isi karung Rastra kurang dari semestinya, menurut Firdaus kemungkinan besar letak masalahnya pada proses pengangkutan. ”Makanya kita imbau kepada seluruh penerima agar mericek dulu jumlah jatah yang diterima agar bisa diketahui isinya sudah sesuai atau berkurang sehingga pihak Bulog dan Pemkab Gowa bisa mengambil tindakan penertiban,” tambah Firdaus.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, pada Kamis (28/9) pukul 18.00 Wita, sebanyak 381 karung Rastra isi 15 Kg tiba di Pattapang. Namun akhirnya ditolak lurah dan aparat setempat karena isinya ternyata kurang 2 Kg dalam per karungnya. Jatah Rastra yang tiba malam hari itu adalah jatah untuk bulan April, Mei dan Juni 2017. (sar/mir)
Bulog Akhirnya Ganti Jatah Rastra Pattapang
×

