LUTIM, BKM — Pelabuhan Waru-Waru Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur menjadi salah satu harapan masyarakat. Soalnya, pelabuhan Waru-Waru sangat berdampak positif bagi pendapatan daerah.
Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam via ponsel Senin (2/10) mengatakan, TAPD dan Banggar telah menyetujui mengalokasikan anggaran untuk pelabuhan Waru-Waru.
Kegiatan di Pelabuhan Waru-Waru dapat dilakukan pada anggaran perubahan 2017. “Seperti pembuatan jaringan air bersih dan infrastruktur penunjang lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya, pelabuban Waru-Waru merupakan salah satu harapan masyarakat yang juga telah menjadi program Pemkab dan pusat dalam rangka pengembangan sarana transportasi melalui laut.
“In Shaa Allah kalau tidak ada hambatan pelabuhan Waru-Waru ini sudah dapat diresmikan dan beroperasi pada Januari 2018 mendatang ini. Ini harapan masyarakat,” ungkapnya.
Informasi yang dihimpun, TAPD dan Banggar Dewan DPRD Luwu Timur menyetujui mengalokasikan anggaran untuk pelabuhan Waru-Waru senilai Rp10 milyar. Anggaran itu berkurang 50 persen dari rencana yakni 20 milyar.
Sebelumnya, Ketua Forum Pemuda Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (FP2KEL) Luwu, Ismail Ishak menilai pelabuhan Waru – Waru dapat meningkatkan perekonomian daerah.
“Kuncinya adalah sarana transportasi harus ada jika ekonomi didaerah ingin meningkat. Salah satunya pembangunan pelabuhan Waru – Waru yang ada di Malili, Luwu Timur,” ungkap Ismail.
Untuk diketahui, konstruksi Pelabuhan Waru- Waru telah selesai dilakukan di tahun 2011 lalu dan pada tahun 2015 sudah mendapatkan izin operasi dari Kemenhub RI.
Pengoperasian Pelabuhan Waru-Waru terkendala oleh ketiadaan listrik, belum memadainya jalan akses menuju pelabuhan, tidak ada fasilitas air bersih serta sarana perumahan, mess pegawai Pelabuhan dan bunker untuk bahan bakar. (alp/C)
Pelabuhan Waru Bisa Tingkatkan PAD
×

