TAKALAR, BKM — Nurmiati Daeng Kenna, warga Jalan Pramuka II, Kelurahan Sompu, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar meregang nyawa. Ibu rumah tangga (IRT) ini meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Takalar akibat luka di sekujur tubuhnya.
Sebelumnya, almarhumah terlibat tarung dengan Marina Dg Ke’nang, seorang ibu-ibu yang juga tetangganya. Kabar tentang kejadian inipun menjadi heboh di tengah masyarakat Takalar.
Kapolres Takalar AKBP Gany Alamsyah, Kamis (5/10) mengkonfirmasi kebenaran informasi meninggalnya Nurmati. Tentang penyebabnya, masih dalam proses penyelidikan.
”Untuk saat ini penyebab meninggalnya masih dalam penyelidikan. Namun sebelum masuk rumah sakit, korban terlibat duel dengan tetangganya,” ujar Kapolres.
Pemicunya, menurut Gany Alamsyah, hanya karena kesalahpahaman. Saat itu keduanya tengah duduk di rumahnya masing-masing. Marina yang sedang memberi makan anaknya kemudian masuk ke dalam rumah sambil membanting pintu. Saat itu korban tersinggung, hingga keduanya terlibat cekcok dan berujung perkelahian.
“Hanya kesalahpahaman diantara keduanya hingga mereka terlibat cekcok dan berujung perkelahian. Mertua korban bernama Dg Sanga mencoba melerai keduanya. Begitu juga dengan suami Mariana bernama Dg Naba melerai keduanya. Tapi mereka tetap saja berkelahi sambil tarik rambut dan saling cakar,” jelas Gany lagi.
Pascainsiden perkelahian keduanya, Nurmiati yang mengalami luka bekas cakar pada wajah dan leher kemudian melakukan visum. Beberapa jam kemudian tiba -tiba ia mengalami sesak nafas. Keesokan harinya, atau kemarin pukul 15.00 Wita, korban dikabarkan meninggal dunia.
Menyusul peristiwa tersebut, petugas Polres Takalar turun melakukan penyelidikan serta mengambil keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Pelaku masih dalam pengejaran. Di lokasi tempat kejadian telah dipasangi garis polisi. Masing-masing keluarga telah diberi pemahaman untuk tidak saling dendam. Kasusnya kita sudah tangani,” tandas Kapolres.
Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar untuk dilakukan otopsi. Hal itu guna mengetahui penyebab kematiannya.
”Kita minta ke keluarga korban agar membawa jenazah untuk diotopsi di RS Bhayangkara. Kami masih menunggu hasil otopsinya yang kira-kira seminggu akan keluar,” jelas Gany Alamsyah. (ish/rus)
IRT Meninggal Sehari Usai Duel dengan Tetangga
×

