MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta satuan tugas (Satgas) Pendidikan melakukan tindakan untuk mencari dalang atau oknum yang menjanjikan siswa dan orangtua siswa masuk di SMAN 21 Makassar.
Bahkan, anggota Komisi D DPRD Makassar, Hamzah Hamid menegaskan, Dinas Pendidikan Sulsel perlu lebih mendalami kasus tersebut, sehingga tidak terjadi lagi di sekolah-sekolah lainnya.
“Kasian juga karena ulah oknum yang tidak bertanggungjawab, orang tua siswa menjadi pihak yang dirugikan. Tapi inikan sebenarnya wewenang Sulsel, kita di DPRD Makassar hanya berharap agar satgas pendidikan bertindak dan mencari oknum tersebut,” tegasnya.
Legislator Fraksi PAN juga meminta Dinas Pendidikan Sulsel lebih mendalami kasus ini dengan menggali informasi agar oknum tersebut bisa tertangkap.
“Orang tua siswa juga harus menerima jika anaknya tidak diterima di negeri, masih banyak kok swasta juga yang tidak kalah dengan negeri. Hanya biasanya gengsi saja,” ucapnya.
Begitupun yang dikatakan anggota DPRD Makassar lainnya, Basdir. Menurutnya, menonaktifkan kepsek yang dinilai lalai itu perlu ditinjau kembali, seperti apa bentuk kelalaiannya, sebab paksaan orangtua terkadang memang begitu mendesak untuk memasukkan anaknya di sekolah negeri.
Seperti pantauan kemarin, suasana di lingkungan sekolah SMAN 21 Makassar kini masih dijaga aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Makassar. Penjagaan dilakukan pascaaksi demo orang tua siswa yang menginginkan anaknya tetap bersekolah, meski pihak sekolah tidak menerima.
Imbasnya juga, Kepala SMAN 21 Makassar, Armin Amri dinonaktifkan Dinas Pendidikan Sulsel, karena dinilai tidak tegas dalam menangani kisruh penerimaan siswa baru pada Juni lalu.
BKM yang berada di lokasi SMAN 21 melihat kondisi sekolah sudah tampak kondusif.
Bahkan, Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMAN 21 Makassar, Nur Laely Basir, mengatakan, persoalannya sudah kondusif. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, dimana masih banyak riak-riak dan demo siswa untuk menerobos masuk bersekolah.
“Ada oknum yang merecoki anak-anak ini kasian untuk dijanjikan masuk disini, entah siapa. Ada yang menganggu stabilitasinya ini anak-anak. Saya tidak tahu apa maunya ini orang tu,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/11).
Nur Laely juga mengakui, sudah ada sebanyak 14 siswa yang diundang ke sekolah untuk membicarakan perihal keinginan dan jalan keluarnya.
“Senin lalu empat siswa yang datang, hari ini (kemarin-red) ada 14 siswa. Mereka menerobos masuk belajar di kelas. Kita sudah bicara dengan mereka dan mereka mau ji sekolah di swasta, ada juga yang minta dicarikan sekolah dan saya siap bantu. Tapi memang masih ada juga siswa yang tetap bertahan untuk bisa bersekolah di SMAN 21,” tuturnya.
Pengawas Pendidikan Sulsel ini menambahkan, masalah yang mengeluti SMAN 21 adalah persoalan miss komunikasi saja, sehingga siswa dan kepsek yang menjadi korban didalamnya.
“Sekolah juga mustahil bisa menambah kouta di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebab sudah berakhir, bahkan sudah dipasang di depan pagar besar-besar. Apalagi SMAN 21 telah menerima 378 siswa yang terbagi di 11 Kelas,” katanya. (ita)
Dewan Minta Cari Oknum Menjanjikan Siswa Masuk di SMAN 21
×

