MAKASSAR, BKM — Sebuah sejarah baru dalam pelestarian seni budaya Makassar kembali hadir. Rumah Pantun Makassar (RPM) yang selama ini hanya dikenal di lingkup kampus bernama UKM Pantun dan Seni Kreatif Unhas, kini dihadirkan sebagai komunitas baru di luar kampus.
Rumah Pantun Makassar dinyatakan terbentuk. Ia didirikan oleh Rijal Djamal yang merupakan salah satu pegiat pantun dan pendiri Komunitas Pantun dan Seni Kreatif di Unhas, Jumat (17/11).
Rijal yang selalu memerankan karakter Ambo dalam setiap pertunjukan pantunnya menyampaikan bahwa berdirinya Rumah Pantun Makassar ini atas masukan dari berbagai kalangan. Mulai dari akademisi, birokrasi, seniman, pelaku kreatif dan pemerhati kesenian pantun di Kota Makassar.
“Semangat kami mendirikan Rumah Pantun Makassar ini atas apresiasi yang luar biasa dari masyarakat. Mereka menginginkan agar pelestarian pantun tidak hanya di dalam kampus tapi dapat menyentuh semua lapisan terutama generasi muda hari ini,” kata Rijal dalam rilis malam ini.
Rumah Pantun Makassar dibentuk di salah satu cafe yang selama ini dijadikan pegiat pantun tempat favorit dalam berdiskusi yaitu Rutif (Ruang Kreatif) En House Cafe Jl. Dg. Tata.
Rijal Djamal bersama 10 rekannya menjadi saksi lahirnya Rumah Pantun Makassar ini. “Kita memilih tempat ini, karena kami banyak menemukan ide dan referensi jika ke sini, karena banyak buku-buku yang bisa kami baca, dan karena pantun identik dengan literasi dan berbagai wawasan yang kami bisa dapatkan,” tutur Alumni S2 PPW Unhas ini.
Program atau gerakan yang akan ada di Rumah Pantun Makassar adalah selain melakukan seni pertunjukan pantun juga akan ada pelatihan berpantun untuk anak-anak sekolah yang nantinya bekerjasama dengan dinas terkait serta sosialisasi pantun secara kreatif, mulai dari poster, video dan diskusi.
Rijal yang juga merupakan ketua Forum Kreativitas Pemuda Sulsel menyampaikan bahwa slogan dari Rumah Pantun Makassar adalah “Rumahkan Makassar sebagai Negeri Pantun”.
Di akhir wawancara Rijal menyampaikan satu pantun.
“Bila datang di Kota Makassar
Coba Kunjungi Pantai Losari
Bila pesan hendak terdengar
Cobalah pantun budaya negeri”. (rls)

