pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Semangatnya Untuk Mencerdaskan Bangsa Sangat Kuat

MENYANDANG status disabilitas (cacat) sejak lahir tidak membuat Urip Dwi Andri patah semangat untuk berkarya mengisi hari-harinya hingga saat ini. Pak Andri sapaannya adalah Instruktur Jurusan Elektronik yang mengajar di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar yang berada di Jalan AP Petta Rani.

Laporan: JUNI SEWANG

Pria yang berusia 46 tahun ini tetap semangat mengajar meski dalam kondisi keterbatasan fisik. Apalagi, dirinya terangkat pegawai negeri sipil (PNS) dimasa kepemimpinan Susilo Bambang Yudoyono sebagai Presiden RI.
Sejak lahir Andi memang tidak sempurna dimana kedua kakinya tidak normal (lumpuh), namun semangat mengabdi terhadap dunia pendidikan tetap dijaganya. Selama ini, ayah dari satu anak ini melakukan aktivitasnya menggunakan motor yang dimodifikasi, Andri yang tinggal di Jalan Barawaja lebih banyak menghabiskan waktunya mengajar di bidang elektronik.
Di depan penulis, ia terlihat begitu cekatan merangkai elektronik, dari tape, televisi dan elektronik lainnya. Menurut Andri, meski cacat fisik, dia memiliki keinginan kuat untuk membantu mencerdaskan bangsa. “Status disabilitas bukan halangan, saya suka membantu teman senasib saya, disini latar pendidikan mereka tidak sama, ada lulusan tingkat Sekolah Dasar, SLTP, SMA,” jelasnya.
Ditanya tingkat kesulitan saat mengajar, Andri mengaku kesulitan saat siswa yang datang di sejumlah wilayah di Indonesia tidak bersamaan, sehingga pelajaran harus diulang kembali. “Itu salah satu tingkat kesulitan, selain latar belakang pendidikan mereka tidak sama, terkadang pelajarannya diulang lagi,” jelas Andri saat ditemui di ruang praktek jurusan pembinaan Elektronik.
Andri juga mengaku sesekali memberikan semangat dan motivasi ke seluruh siswa bimbingannya, agar tidak berputus asa, tidak berkecil hati untuk terus belajar. Harus kejar perkembangan tekhnologi, agar tidak ketinggalan jaman. “Untuk masuk di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar ini adalah siswa utusan dari daerah/kota melalui Dinas Sosial. Disini semua yang mendukung pendidikan disiapkan, ada anggaran yang disiapkan, termasuk saya lulusan dari sini, saya siswa utusan dari Jawa,” katanya.Ia bahkan mencerikan kisah awalnya menjadi siswa. Hanya berselang dua tahun kemudian ia diangkat menjadi pendamping guru, kemudian diangkat honorer kemuadian PNS. ” Ini berkat motivasi dari teman teman, anak didik sendiri yang selalu memotivasi. Sistem belajar yang saya berikan pembagian kelompok, dalam satu kelompok ada yang sudah mahir ada yang sementara belajar dan ada yang baru, supaya mereka membantu,” tambahnya. Awalnya, jelas Andri, ada asesment, pendataan tes, dari minat dan bakat barulah pembagian jurusan. ” Saat ini kami membutuhkan buku penunjang untuk mereka, buku pelajaran untuk materi materi bimbingan, saat ini untuk fasilitasnya 1 unit elektronik untuk 3-4 orang,” ungkap Andri. (jun/war/b)



×


Semangatnya Untuk Mencerdaskan Bangsa Sangat Kuat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar