pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tadah Hujan Hingga Beli Galon

MAKASSAR, BKM — Akibat dari kebocoran pipa PDAM berdiameter 200 di Jalan Talasalapang membuat sebagian warga di Kota Makassar krisis air bersih, sejak Kamis (23/11) hingga Jumat kemarin. Warga terpaksa mencari alternatif pengganti air PDAM dengan tadah hujan hingga membeli air isi ulang.

Salah satu warga di Jalan Andi Djemma, Ramli mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air keluarganya, ia terpaksa menadah air hujan untuk mandi. Apalagi saat itu turun hujan yang cukup deras.
“Sejak malam Jumat saya menadah air hujan untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian,” kata Ramli.
Bambang (41) warga Minasa Upa menambahkan, hari ini dia terpaksa bolos bekerja karena harus bergantian dengan keluarganya mencari air. Bahkan saat itu dia membeli air galon di tempat isi ulang.
Hal yang sama juga dilakukan salah seorang warga di Jalan Tanjung Raya, Apri. Ia mengaku sudah dua hari ini dirinya terpaksa membeli air kemasan untuk minum, sedangkan untuk mandi Apri harus membeli air isi ulang (galon).
“Dua hari mi tidak dapat jatah air PDAM, tidak ada juga sumur, jadi untuk minum beli air minum kemasan, sedangkan untuk mandi beli air galon. Begitu-pun untuk cuci pakaian pake air galon. Saya berharap perbaikan pipa bisa cepat diselesaikan,” ungkap Apri.
Hal yang sama diungkapkan Masyudi warga jalan Talasalapang, dirinya dan istrinya terpaksa sementara mengungsi di rumah mertuanya di Jalan Toddopuli selama air PDAM dirumahnya tidak mengalir.
“Selama air tidak mengalir mengungsi dulu, kebetulan di rumah mertua ada sumur bornya. hanya saja, kalau air sumur bor dipakai mandi bikin gatal,” keluh Masyudi.
Hal serupa juga dikeluhkan Udhin warga Maccini, yang selama ini menggunakan air PDAM untuk kegiatan sehari harinya, dalam dua hari ini terpaksa dirinya mandi di sumur yang ada tidak jauh dari rumahnya.
“Lamanyami saya tidak mandi di sumur, dua hari ini terpaksa mandi di sumur dulu, karena air PDAM tidak mengalir,” keluh Udhin.
Menyikapi hal itu, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Makassar memastikan suplai air bersih di tujuh kecamatan yang sempat mandek akibat kebocoran pipa PVC dipastikan kembali normal.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) PDAM Kota Makassar Muh Idris, Jumat (24/11) mengatakan, adanya gangguan air bersih yang sempat dirasakan masyarakat di wilayah Kecamatan Rappocini, Panakkukang, Manggala, Tamalate, Mariso, Mamajang dan Makassar disebabkan adanya kebocoran pipa berdiameter 200 di Jalan Talasalapang.
Untuk menormalkan kembali suplai air, PDAM Makassar langsung menerjunkan tim teknis memperbaiki kebocoran pipa yang tertanam dalam tanah, Kamis (23/11) malam. Petugas yang turun melalukan penggantian pipa yang bocor.
“Sekarang kondisi pipa sudah baik, tim kami sudah ganti pipa yang bocor, jadi suplai air sekarang ini (kemarin) sudah normal. Kalaupun masih ada masyarakat di tujuh kecamatan belum dapat air, kami harap sabar karena proses pengalirannya,” sebut Idris.
Adapun penyebab bocornya pipa induk kata Idris diduga disebabkan karena getaran kendaraan melintas di jalan cukup kuat hingga membuat pipa yang berada dalam 3 meter bawah tanah bocor.
“Air sengaja kita matikan di instalasi karena pipa yang bocor itu adalah pipa induk. Tapi sekarang sudah kembali normal,” tuturnya. (arf-jun/war/b)



×


Tadah Hujan Hingga Beli Galon

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar