pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Penggantian Aliyah sebagai Wakil Agus Mirip Kasus Pengantian TBL

MAKASSAR, BKM–Masuknya nama Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Andi Nurpati menggantikan posisi Aliyah Mustika Ilham sebagai bakal calon wakil gubernur yang akan berpasangan dengan Agus Arifin Nu’mang dinilai tak jauh berbeda dengan proses penggantian Tanribali Lamo (TBL) sebagai calon wakil dari Nurdin Abdullah (NA). Informasi yang dikumpulkan koran ini, TBL diganti lantaran gagal mendapatkan dukungan partai politik. Selain itu, survei TBL juga tidak mempu mengangkat elektabilitas pasangan bersama NA. Selain itu, pertimbangan lain lantaran mantan Ketua Golkar Sulsel HM Amir Syam yang saat itu menjadi penghulu memasangkan NA dengan TBL sudah hengkang dan bergabung dengan pasangan Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar. Meski NA sendiri mengungkapkan bila TBL yang meminta mundur agar NA tetap dapat berkompetisi di Pilgub.
Untuk penggantian Aliyah bisa jadi sama lantaran anggota DPR RI ini belum mampu meyakinkan partainya yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjadi kendaraannya di Pilgub.
Pengamat politik dari Unhas, Dr Azwar Hasan membenarkan bila kasusnya sama seperti yang terjadi pada NA-TBL. “Sama seperti Prof Andalan karena faktor partai dan terlanjur keburu berpasangan. Harus ada penjelasan ke publik bagi bersangkutan kenapa tidak jadi berpasangan/meninggalkan ibu Aliyah,”ujar Azwar Hasan, Senin (27/11). Azwar menilai jika hal itu (Penggantian) juga menunjukkan adanya sikap pragmatisme politik yang sedang melanda mereka yang terpaksa meninggalkan pasangannya karena faktor partai,”ucapnya.
Dosen politik Unibos Dr Arief Wicaksono juga mengungkapkan kemiripan atas kasus penggantian TBL dan Aliyah Mustika Ilham. “Iya mirip, tapi tentu saja ada prakondisi yang berbeda ketika NA mengganti TBL dibandingkan ketika Agus mengganti Aliyah. Publik juga sudah tahu perbedaannya.
Menurut Arief, ketika Agus mengganti Aliyah, ini tentu sudah dibicarakan dengan pengurus Demokrat Sulsel maupun DPP Demokrat, karena Demokrat juga telah menyediakan figur lain sebagai backup yaitu Andi Nurpati. Dalam perkembangannya kan ternyata ada komunikasi politik Pak Agus yang menyatakan bahwa jika harus menggunakan partai politik, maka pilhan wakilnya adalah Bu Aliyah, sedangkan jika maju perseorangan Pak Agus akan bersama Bu Andi Nurpati,”ucapnya.
Akan tetapi dalam deklarasi Pak Agus kemarin, ternyata Pak Agus menyampaikan bahwa akan maju lewat parpol, meskipun lewat jalur independen, Agus sudah menyiapkan sekitar 600 ribuan suara masyarakat, dan calon wakilnya adalah Andi Nurpati. “Nah, disinilah perbedaannya dengan situasi waktu NA mengganti TBL dengan SS. Baik Bu Aliyah maupun Bu Andi Nurpati adalah kader Partai Demokrat, sehingga penggantiannya sedinamis di penggantian TBL oleh SS,”ucap Arief.
Hal berbeda dilontarkan dosen politik Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto.
Menurut Luhur, sepertinya situasinya sedikit berbeda antara NA-TBL dengan Agus-Aliyah. “Mereka belum mendeklarasikan diri sebagai pasangan secara terbuka. Pasangan Agus-Aliyah awalnya diberi ruang oleh partai politik untuk target-target elektoral tertentu,”ujar Luhur. Sepertinya. Kata Luhur, target itu tidak tercapai, sehingga fair saja paket Agus-Aliyah tidak berlanjut.
“Kalaupun Agus pada penjajakan elektoral berikut nya bersepakat dengan Andi Nurpati, saya kira situasinya tidak dengan menggunakan konsensus lama dengan Aaliyah Mustika sebelumnya,”ucapnya.
Ditambahkan bila Agus mencoba jalur elektoral baru dengan berikhtiar di jalur perseorangan, dan di dalam usahanya itu Andi Nurpati bisa hadir melengkapi kekuatan. “Meskipun pada akhirnya tidak menggunakan dukungan perseorangan, Andi Nurpati akan menemani Agus untuk mencari usungan partai politik di ruang kontestasi yang semakin sempit,”jelasnya. (jun/rif/c)



×


Penggantian Aliyah sebagai Wakil Agus Mirip Kasus Pengantian TBL

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar