MAKASSAR, BKM–Kader dan pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) di Sulsel belum solid memenangkan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-SS).
Hal ini dibuktikan dengan sikap Bendahara DPW PAN Sulsel Syamsuddin Karlos dan Ketua DPC PAN Makassar Hamzah Hamid yang selalu memamerkan salam Punggawa yang diidentikan dengan bakal calon gubernur Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar atau (IYL-Cakka). Olehnya itu, DPP PAN perlu mengingatkan kadernya untuk taat azas.
Pengamat Politik Unhas Zulhajar, membenarkan bila DPP PAN masih menyepelekan sikap resistensi kader dan pengurus PAN Sulsel yang cenderung mendukung kompetitor, yakni pasangan IYL-Cakka. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan keleluasaan para pengurus PAN masih mempromosikan calon lain. “Pengurus PAN di Sulsel patut didisiplinkan dengan aturan tegas dari DPP, meskipun saat ini masih dapat dikatakan dinamis, namun setelah kandidat bersama partai pengusung telah terdaftar di KPU, maka pengurus harus taat asas dan tidak boleh melakukan hal-hal yang kontra produktif bagi kandidat yang diusung partainya,” ujar Zulhajar, Senin (27/11).
Sebelumnya, Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi, menegaskan partainya telah berkomitmen untuk memenangkan NA, karena integritasnya selama menjabat Bupati Bantaeng dua periode.
Pengamat politik lainnya yakni Amir Ilyas juga menyindir Syamsuddin Karlos yang rela membangkang dari putusan DPP yang mengusung NA-SS. “Kejadian di Jeneponto terkait foto viral Ustaz Aziz secara jelas dan tegas membuktikan bahwa NA-SS hanya mendapatkan dukungan semu dari PAN. Ibaratnya ya membeli perahu kosong karena dukungan PAN sepenuhnya lari ke IYL-Cakka. HP milik Syamsuddin Karlos yang bergambar IYL-Cakka menjadi bukti yang tidak terbantahkan,” kata Amir Ilyas, Senin (27/11).
Menurut Amir, bila seorang legislator yang juga pengurus PAN Sulsel saja berani terang-terangan menyatakan dukungan terhadap IYL-Cakka, tentunya pengurus dan kader pun tidak akan ragu melakukan hal serupa. Dikatakan dia, realitas tersebut membuat kubu NA-SS tidak bisa berharap banyak pada PAN untuk menggerakkan mesin pemenangan pada Pilgub Sulsel.
“Perahu kosong PAN menjadi pekerjaan rumah bagi NA-SS. Itu karena meski DPP mengusung mereka, tapi di lapangan yang bergerak kan DPW. Nah, realitas di lapangan DPW malah condong ke IYL-Cakka,” pungkas Amir. (rif)
Tim NA dan NH Kritik Politisi PAN
×

