SIDRAP, BKM — Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap dikerjakan PT UPC Sidrap Bayu Energi melibatkan sedikitnya 900 tenaga kerja lokal maupun mancanegara.
Hal itu membuat progres pembangkit listrik peternakan angin pertama di Indonesia berkapasitas 75 Megawatt terus berjalan baik.
Proyek yang memiliki 30 turbin dengan lokasi di Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, pekerjaannya sudah mencapai 90 persen.
Community & External Relation Officer PT UPC Sidrap Bayu Energi, Muhammad Amin mengatakan, sejak permulaan proyek hingga bulan November 2017, sudah sekitar 900 tenaga kerja terlibat didalamnya.
Sebanyak 34 persen tenaga kerja berasal dari Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan. Di samping warga setempat, ada 12 persen tenaga kerja yang berasal dari Sidrap dan Kota Parepare. Sebanyak 15 persen berasal dari daerah lain di provinsi Sulsel, 34 persen dari provinsi lain di Indonesia.
Jumlah itu menunjukkan 95 persen dari seluruh pekerja yang direkrut adalah pekerja nasional, sementara persentase jumlah tenaga kerja asing hanya 5 persen atau sekitar 38 orang dari total tenaga kerja.
Warga Mattirotasi itu mengaku, sejak awal proyek dimulai, PT UPC Sidrap Bayu Energi telah berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat setempat.
Tenaga kerja lokal direkrut untuk menempati berbagai posisi, berdasarkan keahlian dan pengalaman mereka bekerja di proyek konstruksi. Seiring berjalannya waktu, pekerja yang meningkat kemampuannya mendapatkan promosi dan kenaikan jabatan.
Menurutnya, dengan merekrut warga setempat akan menciptakan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek.
”Bergabung dengan proyek PLTB memberi kami pengalaman bagaimana bekerja di sebuah perusahaan yang penuh dengan aneka tantangan. Dulu kami menganggap kerja proyek hanya bisa dilakukan di Kalimantan. Sekarang, proyek berstandar internasional malah ada di desa kami,” kata Amin.
Selama proses perekrutan, PT UPC Sidrap Bayu Energi selalu bekerja sama dengan pemerintah setempat yang diwakili oleh Kepala Desa Mattirotasi dan Lainungan. Kedua kepala desa kemudian mengajukan rekomendasi nama-nama warga yang memiliki kemampuan sesuai dengan persyaratan proyek. (ady/C)
Proyek PLTB Pekerjakan 900 Tenaga Kerja
×

