pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Berbagi Anak Kurang Mampu dengan Cara Mengajar

KELOMPOK dengan misi sosial cukup banyak di Makassar. Mereka tidak terikat dengan apapun. Melakukan berbagai aktivitas sosial yang didasari kepedulian akan sesama.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

MASYARAKAT kurang mampu kerap menjadi sasaran berbagai aksi sosial yang dilakukan oleh mereka yang peduli. Berbagi dengan berbagai cara. Baik materi hingga penguatan mental.
Bahkan ada juga yang membantu dari sisi pembentukan karakter. Seperti yang dilakoni Forum Indonesia Muda (FIM) Ewako Makassar.
Para hari-hari penting yang berhubungan dengan isu sosial, anak-anak muda yang tergabung dalam FIM Ewako Makassar intens menggelar aksinya. Biasanya mereka turun pada perayaan Hari Pendidikan, Hari Dongeng Nasional, Hari Anak Nasional, Hari Pohon, dan juga saat perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Tujuannya adalah memperingati perayaan hari tersebut, berbagi kebahagiaan, dan tentunya membangun karakter diri pada anak-anak untuk lebih maju.
FIM Ewako Makassar adalah salah satu kelompok pemuda yang peduli akan isu-isu sosial dewasa ini. Fokus mereka adalah pembentukan karakter masyarakat. Tentu saja sasaran utamanya adalah masyarakat Makassar, terutama anak-anak dan pelajar.
Anggota dari FIM Ewako Makassar berasal dari berbagai kampus serta instansi yang ada di Makassar. Mereka menyadari betul arti pemuda, khususnya yang ada di Makassar. Bukan hanya berkarya, namun juga berbagi.
Disadari bahwa anak-anak di kota ini, khususnya dari kalangan kurang mampu juga butuh kebahagiaan. Atas dasar itulah mereka akan turun ke berbagai tempat untuk membagi semua apa yang mereka bisa berikan.
Sekretaris FIM Ewako Makassar, Nadzra mengatakan, jika forumnya memiliki beberapa program yang rutin dijalankan. Mulai dari pembentukan karakter sampai kegiatan sosial. Salah satunya adalah mengajar.
Program tersebut telah dilaksanakan di beberapa tempat. Mereka memilih lokasi yang dirasa “kumuh”. Alasannya, anak-anak di kawasan tersebut sangat membutuhkan pendidikan.
Di HUT Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus lalu, FIM Ewako Makassar mengunjungi Kampung Berua. Di sana banyak anak-anak pemulung. Ada yang bersekolah memang. Namun beberapa diantaranya ternyata telah putus sekolah. Cukup miris, karena anak-anak adalah gambaran karakter bangsa di masa yang akan datang.
DI Kampung Berua, mereka mengajar anak-anak tersebut secara unik. Tidak dalam situasi pengajaran formal seperti biasa. Namun memadukan materi ajar dengan berbagai permainan. Selain dengan permainan, mereka juga melakukannya dengan dongeng.
Selain di Kampung Berua, FIM Ewako Makassar juga pernah berkunjung ke Kampung Savana saat Hari Anak Nasional. Tujuannya sama, mengajar dan mencoba membentuk karakter anak-anak yang ada di sana.
Metode pengajarannya pun sama dengan yang dilakukan di Kampung Berua. Mengapa? karena metode pengajaran dan pembentukan karakter melalui cara seperti itu sangat cocok diaplikasikan kepada anak-anak.
Nadzra dan teman-temannya di FIM Ewako Makassar pun selalu mendapat respon yang sangat baik dari warga yang dikunjungi. Bahkan tak jarang para warga pun sangat bersyukur dengan kehadiran mereka.
Namun bukan hanya mengajar saja aksi sosial yang FIM Ewako Makassar sering lakukan. Ada banyak lagi ternyata.
“Kami juga punya program yang namanya Share Happines. Ini untuk warga kurang mampu. Kami disini ingin memberikan kejutan bagi mereka,” kata Nadzra. (*/rus/b)



×


Berbagi Anak Kurang Mampu dengan Cara Mengajar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar