MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Perhubungan mulai mendirikan posko pengamanan Natal dan Tahun Baru. Dishub bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Ilyas Iskandar menjelaskan, posko pengamanan sudah dibentuk sejak Senin (18/12). Namun baru di area pelabuhan dan bandara.
“Untuk darat, terutama di terminal, belumpi kayaknya. Pertimbangannya karena arus kendaraan belum terlalu padat. Kalau udara dan laut memang harus dibentukmi karena perlu diantisipasi arus mudiknya, ” ungkap Ilyas, Selasa (19/12).
Dia menjelaskan ada tim terpadu yang akan bekerja di Posko tersebut untuk memantau arus arus mudik Natal dan Tahun Baru. Tim tersebut terdiri dari Dinas Perhubungan, aparat kepolisian, tenaga kesehatan, dan sejumlah isntansi terkait lainnya.
Khusus untuk posko pengamanan Natal dan Tahun Baru untuk area darat, diperkirakan baru akan didirikan tiga hari menjelang Natal atau H-3.
“Arus mudik menggunakan wilayah darat belum terlalu padat. Udara dan laut yang perlu diantisipasi, ” jelasnya.
Dia melanjutkan, untuk wilayah Sulawesi Selatan arus mudik jelang Natal dan Tahun Baru tidak mengalami kenaikan yang terlalu signifikan. Kalaupun ada kenaikan, diperkirakan hanya sekitar lima persen.
“Tidak terlaluji kalau kita di Sulawesi Selatan sampai tahun baru tidak. Paling kalau terjadi kenaikan ini sekitar lima persen. Tidak signifikan untuk diantisipasi. Dianggap masih bisa ditanggulangi,” jelasnya.
Dia menambahkan, walaupun begitu, pihaknya tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.
“Tentu saja untuk darat kita antisipasi di terminal. Dalam artian menyiapkan Damri-Damri apabila ada lonjakan-lonjakan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel bakal menerjunkan sekitar 1.800 personel pengamanan. Mereka akan bersama-sama instansi terkait seperti dari TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, BNPD dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono menjelaskan, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang hendak merayakan Natal dan tahun baru 2018, pihaknya akan membangun pos pengamanan di setiap lokasi keramaian.
“Pos pengamanan juga kita akan bangun dibeberapa lokasi keramaian seperti Pasar, tempat ibadah dan juga tempat rekreasi,” bebernya.
Personel pengamanan tersebut tutur Umar bahwa akan mulai diturunkan tujuh hari sebelum hari raya Natal dan akan kembali ditarik dua hari setelah tahun baru 2018. Untuk keamanan setiap daerah atau kabupaten akan terpusat pada Polres atau Polsek masing-masing. (rhm)

