MEMANFAATKAN moment harus bisa dimanfaatkan oleh sebagian orang jika ingin meraup keuntungan lebih. Begitupun saat musim penghujan tiba teryata memberi berkah tersendiri kepada sebagian pedagang.
Laporan: NUGROHO
Selain banjir, hal yang menarik perhatian saat musim hujan tiba adalah meraknya penjual jas hujan. Terlihat dimana-mana, di sepanjang jalan banyak berjejer para penjual jas hujan. Dari yang murah, sampai yang mahal.
Banyak juga yang sebelumnya tidak menjual jas hujan, namun karena musim hujan tiba, maka memanfaatkannya untuk mencari keuntungan dengan menjual jas hujan. Dari yang hanya seorang penjual aksesoris biasa, sampai yang tak bekerja, seakan-akan berlomba untuk meraup berkah di musim penghujan ini.
Salah satu penjual jas hujan yang bisa dilihat adalah Bahtiar Dg Nangga. Pria yang sehari-harinya menjual berbagai aksesoris pakaian ini tak mau ketinggalan dalam menambah penghasilannya. Ia pun juga turut menjual jas hujan.
Lokasi jualan Bahtiar ada di Jalan Dg Tata Raya depan SPBU. Sehari-harinya, ie menjual kaos kaki, sandal, scraft, sarung tangan, dan sebagainya tanpa menjual jas hujan. Barulah ia katakan jika mulai menjual jas hujan sekitar dua minggu lalu. “ Tiap musim hujan saja saya jual jas hujan ini. Untuk musim hujan ini sudah sekitar dua minggu saya jual,” kata Bahtiar.
Bahtiar adalah pria asli dari Kabupaten Takalar. Namun ia telah tinggal di Makassar sejak beberapa tahun lalu. Bersama istrinya yang bernama Mirnawati, ia tinggal di Jalan Dg Tata 4. Bahtiar telah memiliki empat orang anak.
Dengan menjual jas hujan, Bahtiar mengatakan jika pendapatannya begitu sangat meningkat. Sebelumnya jika hanya menjual berbagai aksesoris pakaian penghasilannya yang hanya kurang lebih Rp100 ribu per hari, kini meningkat dua kali lipat.
Saat musim hujan seperti ini kini ia bisa mendapat sekitar Rp200 ribu per harinya. Hal ini karena dalam seminggu, ia berhasil mendapat keuntungan dari Rp500 ribu sampai Rp700 ribu per minggunya hanya dari hasil penjualan jas hujan saja.
Kebanyakan dari pembeli jas hujan jualan Bahtiar adalah para pengendara motor yang melintas depan jualannya. Selain itu para mahasiswa dari kampus yang berada dekat tempat jualannya kerap membeli jas hujannya, baik untuk keperluan perjalanan maupun keperluan kegiatan kampus.
Bermacam-macam juga jas hujan yang dijual Bahtiar. Dari yang mahal, sampai yang murah yang hanya berbahan dasar plastik. “Ada yang harganya Rp120 ribu, ada yang Rp25 ribu, Rp15 ribu juga ada, yang paling murah harga Rp10 ribu pun ada saya jual,” jelas Bahtiar.
Memanfaatkan hujan yang terkadang turun terus menerus, Bahtiar benar-benar tak tanggung-tanggung dalam menjajakan jas hujannya. Ia mulai membuka tempat jualannya pagi-pagi dari pukul 07.30 sampai malam hari tiba pukul 22.00. “ Alhamdulillah hujan bisa jadi berkah. Banyak keuntungan disini, bisa untuk keluarga,” ucap Bahtiar.(mug/war/b)

