pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Deng Ical tak Bisa jadi Plt Wali Kota

MAKASSAR, BKM–Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI bisa batal menjabat pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Makassar manakala maju di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar 27 Juni 2018 nanti.
Jabatan Plt Walikota Makassar selama empat bulan itu seketika bisa pudar. Manakalah ia (Deng Ical) mendapatkan dukungan partai yang cukup untuk ikut bertarung melawan petahana Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto.
Menurut Ketua KPU Makassar, Syarief Amir peluang Deng Ical yang juga sekretaris DPD Partai Demokrat Sulsel untuk merangkap jabatan tidak bisa terjadi. Pasalnya undang-undang telah mengatur, dimana jika kedua pejabat pemerintahan maju kembali dan ikut berkampanye harus melepas salah satu jabatannya. “Orang lain Plt nya, harus diliat undang-undangnya, kalau sudah ditetapkan menjadi Plt dia pasti tidak maju. Sedangkan pendaftaran bakal calon yang maju lewat parpol dimulai tanggal 8-10 Januari dan penetapannya di tanggal 12 Februari. Setelah itu baru ada Plt kalau incumbentnya maju,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/12).
Ia juga menuturkan bahwa calon yang sudah terdaftar di KPU harus mundur terlebih dahulu dari jabatan fungsionalnya. Serta menunggu putusan Pemerintah Provinsi, siapa yang bisa menjabat sebagai Plt. “Wali Kota dan Wakil Wali kota maju, pasti orang lain yang ditunjuk oleh Pemprov. Setelah penetapan sebagai calon maka mereka harus mundur dulu, baru ada Plt disitu tidak bisa merangkap,” tambahnya.
Begitupun yang dikatakan Legislator Fraksi Golkar, Wahab Tahir bahwa jika Wali Kota dan Wakil Walikota maju di Pilwali mendatang. Maka gugurlah jabatan yang mereka miliki yang dapat digantikan oleh Sekretaris Daerah atau menunjukkan pejabat lainnya yang memiliki pangkat lebih tinggi. “Kalau Deng Ical maju tidak bisa menjadi Plt, atau andaikan dua-duanya maju tidak bisa. Saya pikir ada Sekda yang bisa jadi Plt, atau Sekkot atau boleh karataker. Sekkot lebih bagus karena lebih paham birokrat di kota makassar,” ujarnya.
Deng Ical yang digadang berpasangan dengan anggota DPRD Kota Makassar Iqbal Djalil (DIAji) menegaskan akan berjuang hingga akhir demi maju di Pilwali Makassar. Persoalan dirinya menjadi Plt selama empat bulan, bukan menjadi prioritasnya sekarang. ” Persoaln menjadi Plt saya masih wakil di pemerintah kota dan sama ji. Pokoknya till the end DIAJie akan berusaha, dan sampai sekarang kita masih tetap mau maju,” katanya.
Deng Ical bahkan menggaransi telah mengantongi satu partai pendukung untuk maju lewat jalur parpol. “Sebelum tanggal 7 Januari kita umumkan karena 8 kan sudah pendaftaran,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC Gerindra Makassar, Arif Bahagiawan menuturkan jika saja Deng Ical berbesar hati urung maju di kontestasi politik, maka akan terjadi turbulensi politik yang spektakuler di Makassar, jika memang hal itu benar-benar terjadi. Sebab sosok Deng Ical praktis akan memegang kendali pemerintahan, menggantikan sementara Danny yang harus cuti kurang lebih 3 bulan, selama menjalani masa kampanye. “Dengan begitu, Deng Ical akan menjaga dan mengawasi para ASN untuk tidak berperilaku macam-macam, selama masa kampanye hingga masa pencoblosan,” ucapnya.
Apalagi, Deng Ical punya kontrak politik yang jauh lebih besar nilai tawarnya dengan bakal calon lainnya, sehingga Deng Ical rela tak maju dalam perebutan kekuasaan. Namun hal itu murni merupakan pendapat pribadinya. Ia juga mengakui, secara kepopuleran dan keterpilihan, Danny dan Dg Ical masih sangat kuat di kancah politik ke depan. “Misalnya bargaining-nya memberi jaminan Deng Ical duduk di DPRD Sulsel atau DPR RI,”tutupnya. (ita/rif)



×


Deng Ical tak Bisa jadi Plt Wali Kota

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar