MAKASSAR, BKM– Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo ternyata masih ragu dan belum yakin jika masyarakat miskin di Sulsel meningkat sejak September 2017 lalu. Hal tersebut sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Saya coba cek dulu karena tentu saja kita perlu data yang akurat dari daerah dan kabupaten mana,” ungkap Syahrul di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (3/1).
Dia mengemukakan, data yang dikeluarkan BPS itu agak paradoks dengan tingkat pertumbuhan perekonomi Sulsel yang selalu berada di atas rata-rata nasional.
” Agak paradoks sih karena kita melihat pertumbuhan perekonomian yang baik. Pendapatan rakyat sesuai datanya meningkat. Nah, angka kemiskinannya kok meningkat?,” kata Syahrul.
Namun menyikapi data ini, Syahrul berusaha untuk tetap tenang. Dia memberikan warning kepada pemerintah, khususnya yang terkair dengan persoalan kemiskinan agar terus berupaya dalam meningkatkan taraf hidup rakyat. Terus menggali program maupun kegiatan yang sasarannya jelas, langsung pada tingkat kesejahteraan masyarakat.
“Tapi sekali lagi, data ini bisa dijabarkan lebih detail lagi, ” pungkasnya.
Secara absolut berdasarkan data BPS, selama periode September 2016 hingga September 2017, penduduk miskin di perkotaan mengalami kenaikan 15,90 ribu jiwa. Sedangkan di daerah pedesaan meningkat sebesar 13,27 ribu jiwa.
Namun secara umum, persentase kemiskinan Sulsel masih di bawah angka kemiskinan nasional yang mencapai 10,12 persen.
Sementara itu, Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam menyebutkan, angka penduduk miskin per September 2017 sebesar 825,97 ribu. Dibanding tahun 2016 lalu, ada kenaikan sebanyak 0,24 persen. Artinya, selama setahun, penduduk miskin bertambah sekitar 29,16 ribu jiwa. Angka itu sama dengan 9,48 persen dari total penduduk Sulsel yang ada saat ini. (rhm)
SYL Ragu Angka Kemiskinan di Sulsel Meningkat
×

