pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bebas Melenggang di Jalan Tol dengan Motor

DI MATA HM Yamin, sosok Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo merupakan sosok teladan. Selama 20 tahun mengawal Orang Nomor Satu Sulsel itu, dia banyak belajar. Dia juga harus pandai-pandai memposisikan dirinya sebagai seorang Patwal.

Laporan: RAHMA AMRI

Dedikasinya dalam melaksanakan tugas kerap diganjar dengan sesuatu yang mengejutkan dan berbuah manis.
Salah satunya, ketika Gubernur Syahrul memerintahkan dirinya untuk berangkat ke Tanah Suci bersama isteri pada 2015 silam.
“Saya dipanggil Bapak Gubernur. Beliau katakan, tahun ini kamu harus mempersiapkan diri untuk berangkat ke Tanah Suci. Saya tak mampu bicara apa-apa kala itu, ” ungkapnya.
Dalam melaksanakan tugas, Haji Yamin dibekali satu unit motor besar berkapasitas 2.500 CC. Sesuai standar prosedur tetap (protap), motor tersebut digunakan untuk mengawal gubernur jika lokasi yang akan dikunjungi tidak terlalu jauh.
“Kalau Makassar, Gowa, atau Maros, saya menggunakan motor, ” ungkapnya.
Selebihnya, jika jarak tempuh sudah cukup jauh, digunakan mobil patwal.
Selama 20 tahun bertugas, dua kali motor patwalnya diganti.
Dia secara penuh bertanggung jawab atas kendaraan tersebut. Motor itu dirawat secara baik karena menjadi modal utamanya dalam bertugas. Tak boleh ada kerusakan sedikitpun pada kendaraan itu. Karena bisa mengganggu tugasnya dalam pengawalan.
Banyak pengalaman menarik yang dialami selama menjadi patwal. Diantaranya, dia bebas melenggang masuk ke dalam jalan tol yang seharusnya bebas dari kendaraan roda dua.
Jika tiba-tiba hujan deras, Haji Yamin harus tetap konsisten dan fokus dalam melaksanakan tugas pengawalan. Meski harus basah kuyup.
Sebagai Patwal, Haji Yamin juga tak luput dari kesalahan. Beberapa kali, Haji Yamin sempat salah jalan menuju lokasi kegiatan. Dia sempat terus melaju, sementara iring-iringan kendaraan gubernur berbelok. Terpaksa, dia harus berbelok.
“Tapi Pak Gubernur tidak pernah marah atau menegur kalau ada kejadian seperti itu. Beliau itu sosok yang mengayomi, ” ungkapnya.
Subuh, pagi, siang, hingga malam pun dirinya harus stand by jika memang dibutuhkan. Baik hujan maupun terik mentari, tidak menjadi soal. Demi tugas dan tanggung jawab sebagai petugas pengawal (patwal) kosong satu, dia mendedikasikan waktunya.
Sebelum menjadi anggota Satpol PP lingkup Pemprov Sulsel, di awal tahun 1980-an, Haji Yamin merupakan seorang Hansip yang diperbantukan di Bank Sulselbar yang waktu itu masih bernama Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Dia mengawal karir sebagai Satpol PP tahun 1985 sebagai tenaga kontrak atau honorer. Nasibnya cukup baik. Setahun kemudian, lelaki kelahiran Bontomanai, 31 Desember 1967 silam terangkat sebagai anggota Satpol PP lingkup Pemprov Sulsel. Sempat beberapa tahun menjadi tenaga pengamanan di instansi tersebut. Tugasnya berpindah-pindah mulai dari rumah jabatan (rujab) Sekretaris Daerah Provinsi, Rujab Wakil Gubernur, hingga Rujab Gubernur.
Di awal masa jabatan Syahrul Yasin Limpo sebagai Wakil Gubernur Sulsel, dia ditarik menjadi patwal. Selama sepuluh tahun dia menjadi bagian pengawalan wakil gubernur.
Ketika Syahrul terpilih sebagai Gubernur Sulsel, dia pun masih tetap dipercaya menjadi bagian dari Patwal.
Dari situlah, dia mendedikasikan tugasnya mengawal orang penting di daerah ini.
Banyak suka dan duka yang dia alami. Namun dia menikmatinya sebagai tanggung jawab yang harus diemban.
Dia menuturkan, jika sedang sibuk-sibuknya, saat agenda gubernur sangat padat, kadang dia harus meninggalkan rumah subuh hari dimana anak-anaknya masih tertidur. Dan kembali ke rumah dinihari saat keluarganya sudah terlelap.
“Tapi itu bukan persoalan. Anak dan isteri sudah paham benar tugas dan tanggung jawab saya sebagai patwal. Tak pernah ada komplain dari mereka,” pungkasnya. (rhm)



×


Bebas Melenggang di Jalan Tol dengan Motor

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar