MAKASSAR, BKM– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar belum mengetahui titik-titik tiang pancang untuk tol layang Andi Pangeran Petta Rani. Termasuk taman yang mana saja yang akan dibongkar.
DLH masih menunggu kontraktor pelaksana dari PT Nusantara Infrastruktur untuk melaporkan secara pasti titik-titik jalur naik dan turun atau off/on ramp tol dalam kota.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Azis Hasan mengatakan, jelang pembangunan awal tol dalam kota pada Maret mendatang, pihaknya terlebih dahulu melakukan survei secara terpadu. Tujuan survei untuk memastikan semua persiapan telah matang.
Sejauh ini kata Azis, PT Nusantara Infrastruktur belum memastikan titik-titik ramp off/on tol dalam kota di Jalan Andi Pangeran Petta Rani. Pasalnya, jika ramp off/on disediakan, maka jelas akan ada penebangan pohon-pohon di Kota Makassar.
“Itulah dampak dari pembangunan. Tetapi sejauh ini belum ada titik-titiknya, termasuk pohon mana yang akan ditebang. Kita tunggu respon dari kontraktor, termasuk maketnya,” kata Azis, Selasa (30/1).
Ketika survei terpadu dilakukan tambah Azis, diharap semuanya sudah bisa diperjelas khususnya solusi untuk pohon-pohon yang hilang dan ditebang karena berada dalam zona pembangunan tol dalam kota.
“Jadi nanti kita bicarakan dan dipastikan saat survei lapangan secara terpadu. Waktunya tergantung dari Nusantara Infrastruktur kapan mereka undang kami,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) dari DLH Kota Makassar, Bahar Cambolong tidak dapat berkomentar banyak soal itu.
“Sekarang informasi keluar sudah satu pintu. Lewat pak kadis mi. Dulu masih bisa, sekarang kami diperintahkan harus satu pintu,” singkatnya.
Sebelumnya, Bahar Cambolong menyebut sesuai gambar maket, pohon yang di sebagian di ujung Jalan Daeng Sirua, Jalan Jalan Pengayoman, dan Jalan Andi Djemma nanti menjadi tempat turun masuk ke tol. Dan tentu pohon yang berdiri di jalur itu sebagian ditebang. (arf)
DLH Tunggu Respon Kontraktor Soal Tol Layang
×

