MAKASSAR, BKM — Sepak terjang Sadaka (22) di dunia hitam kriminal terhenti untuk sementara. Warga Jalan Kerung-kerung Lorong Satria, Kecamatan Makassar ini ditangkap ketika pulang kampung dari pelaiannya.
Selama ini, Sadaka masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan buron beberapa polda. Ia diburu menyusul keterlibatannya dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas provinsi.
Tim Resmob Polda Sulsel yang dipimpin Kanitnya AKP Edy Sabhara, berhasil melacak keberadaannya di Makassar. Polisi menerima informasi pada Selasa (30/1) sekitar pukul 01.00 Wita, bahwa Sadaka tengah berada di Jalan Kerung-kerung.
Personel resmob lalu diinstruksikan untuk melakukan pengejaran terhadap tersangka. Pria bertubuh kekar itupun diringkus tanpa perlawanan.
Kepada polisi yang menginterogasinya, Sadaka mengakui perbuatannya. Dalam aksinya, ia ditemani rekannya bernama Burung alias Caca. Pengembangan pun dilakukan. Tim resmob menggiring Sadaka menunjuk persembunyian Caca. Sayang, yang diburu tak berada di lokasi.
Satu rekan Sadaka lainnya, yakni Akbar juga dikejar. Namun ia tak ada di tempat yang ditunjuk.
Selanjutnya Sadaka digiring untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di markas Resmob Polda Sulsel. Dia menyebut sejumlah titik lokasi aksinya melakukan pencurian.
Sadaka menyebutkan jika dirinya pernah beraksi di Kota Manado, Sulawesi Utara. Ia ke sana dengan menggunakan pesawat terbang melalui Bandara Sultan Hasanuddin.
Di Manado, ia beraksi membobol ruko dengan menggunakan kunci L dan linggis. Sandaka bekerja sama dengan Akbar. Akbar ditugasi mengawasi kehadiran orang di lokasi.
Dari dalam ruko, komplotan pelaku mengambil barang elektronik. Seperti CCTV dan servernya, 11 unit HP merek Oppo, sembilan unit HP Samsung, serta uang Rp5 juta.
Selain itu, kawanan ini juga pernah membobol kantor dan mengambil tiga unit laptop serta uang Rp5,8 juta. Kejadian ini berlangsung Desember 2018.
Aksi berikutnya juga di sebuah kantor. Mereka menggasak lima unit HP, tiga laptop, dua proyektor dan uang Rp8 juta.
Dari Manado, mereka berpindah ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Di tengah kota kawanan ini kembali membobol counter dan berhasil mengambil dua laptop, lima HP dan uang Rp3 juta. Aksi ini berlangsung Maret 2017.
”Satu orang anggota komplotan ini bernama Sadaka berhasil ditangkap di Lorong Satria, Jalan Kerung-kerung, Makassar. Sementara tiga orang rekannya masih buron. Selama ini mereka tidak pernah melakukan pencurian di Polda Sulsel. Hanya di Kendari, Palu, Manado dan Bali” terang Dicky, Rabu (31/1).
Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita dua unit sepeda motor sebagai barang bukti. Masing-masing Kawasaki Ninaj dan Yamaha X-Ride. (ish/rus)
DPO Curanmor Lintas Provinsi Ditangkap
×

