pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tagihan Listrik Pemkab Gowa Melonjak Hingga Rp2,3 M

GOWA, BKM — Baru kali ini Pemkab Gowa mengaku terkuras untuk membayar tagihan rekening listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang menjadi kewenangannya. Bayangkan saja, mulai tahun 2018 ini pembayaran tagihan listrik untuk PJU yang dikelola Pemkab Gowa melalui Bagian Perlengkapan Setkab Gowa melonjak drastis. Bahkan tagihan itu mencapai angka Rp2,3 miliar.
”Iya tagihan listrik untuk PJU selama 2018 ini cukup tinggi. Sejak Januari hingga Maret ini kami membayar Rp2,3 miliar setiap bulan. Padahal sebelumnya tidak seperti ini,” kata Muh Irwan Gassing, Kabag Perlengkapan Setkab Gowa kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu sore (7/3).
Muh Irwan didampingi Kabag Humas Kerjasama Setkab Gowa, Abdullah Sirajuddin dan Kasubag Penerangan Jalan, Irwan Tola serta Kasubag Peliputan Bagian Humas Kerjasama, Widiah Restuti, menjelaskan, melonjaknya tagihan listrik PJU khususnya yang berada dalam wilayah Rayon Sungguminasa tersebut akibat banyaknya lampu berdaya tinggi yang dipasang masyarakat umum tanpa koordinasi pihak Pemkab Gowa. Khususnya yang berada di wilayah perumahan.
Diketahui, kata mantan camat Bontompo ini, ada sekitar 4.218 titik lampu jalan yang menggunakan lampu berdaya 200 watt hingga 500 watt. Karena itu, pihaknya akan melakukan penertiban penggunaan lampu berdaya tinggi tersebut dan menggantinya dengan yang berdaya rendah atau maksimal berdaya 85 watt.
”Bayangkan, dari Rp900 juta menjadi Rp2,3 miliar pembayaran kami setiap bulan. Ini melonjak lebih dari 100 persen. Kenaikan itu berlangsung mulai tagihan Januari hingga saat ini. Lampu merkuri yang mereka pasang per satu titik itu listriknya dibayar Rp550 ribu. Dan angka ini jika dikalikan 4.218 bohlam, maka tagihannya besar. Anggaran kita tidak akan tercukupi. Makanya, kita akan ganti semua bohlam PJU yang ada dilima kecamatan yang dinaungi rayon Sungguminasa, yakni Kecamatan Somba Opu, Pallangga, Bontomarannu, Pattallassang, dan Barombong,” terangnya.
Jika nanti lampu jalan yang berdaya tinggi itu diganti dengan lampu hemat energi (85 watt) maka pembayaran listrik per bulan bisa turun menjadi Rp110 ribu dari yang dibayar per satu bohlam dengan tagihan sebesar Rp550 ribu per bulan.
”400 persen turunnya pembayaran listrik khusus PJU jika kita nanti menggunakan lampu hemat energi. Yang dibayar hanya Rp550 ribu dan itu adalah pemakaian dari 4.218 mata lampu yang tersebar di rayon Sungguminasa. Makanya, kita kewalahan membayar hingga Rp2,3 miliar,” kata Muh Irwan.
Rencananya, mulai April 2018 Pemkab mulai memasang 4.218 lampu penerangan jalan di wilayah rayon Sungguminasa. ”Jadi kami mengganti lampu lama yang daya pemakaiannya sangat boros dengan lampu hemat energi. Untuk mengurangi daya pemakaian yang tinggi, kita harus ganti lampunya dengan yang berdaya hemat energi. Kalau kita sudah ganti kita hanya membayar kurang lebih Rp900 juta per bulan saja. Jadi ada selisih Rp1 miliar lebih,” kata Muh Irwan.
Selain mengganti lampu yang lama, tambah Kabag perlengkapan, Pemkab Gowa juga nanti akan mengganti sekitar 1.000 bohlam lampu jalan yang sudah tidak berfungsi atau telah rusak.
Ia juga menyebutkan, untuk biaya pengadaan lampu penerangan jalan ini dianggarkan sebanyak Rp1 miliar pada APBD Kabupaten Gowa. Anggaran tersebut untuk pemasangan sebanyak 4.218 lampu yang ada pada lima kecamatan yang masuk dalam wilayah rayon Sungguminasa.
”Tahun depan program lampu hemat energi ini mulai dilaksanakan. Terkhusus di poros Pallangga akan kita nyalakan keseluruhan. Kita berupaya kasih terang. Sementara lampu-lampu yang terpasang di perumahan-perumahan yang merupakan pengadaan sendiri masyarakat akan disita kemudian. Sementara pembayaran listriknya ditanggung pemerintah kabupaten,” katanya. (sar/mir)



×


Tagihan Listrik Pemkab Gowa Melonjak Hingga Rp2,3 M

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar