GOWA, BKM — Banjir besar melanda Dusun Parang Malengu dan Dusun Kunjungmange di Desa Panakkukang serta Dusun Bontorea di Desa Pallangga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
Sedikitnya 435 rumah warga terendam banjir yang terjadi mulai pukul 02.00 Wita pada Rabu dinihari (14/3). Kondisi ini membuat ratusan warga kelabakan. Sebanyak 435 rumah yang terendam itu masing-masing 215 runah di Dusun Parang Malengu, 60 rumah di Kunjungmange, dan 160 rumah di Dusun Bontorea.
Menurut warga setempat, banjir yang terjadi saat ini adalah yang terparah sepanjang tahun 2017-2018. Ketinggian air banjir bervariasi mulai se lutut, sepinggang, sedada hingga setinggi 2 meter.
”Jalanan tertutup banjir. Air juga masuk di sekolah MI Muhammadiyah. Sehingga muridnya terpaksa diliburkan karena air masuk di ruang kelas. Di rumahku juga sudah masuk air,” kata seorang warga bernama Rahman.
Warga pun harus mengunakan rakit dari batang pisang. Camat Pallangga, Indra Wahyudi Yusuf, Kadis PU Gowa, Mundoap, serta Kadis Sosial Gowa, telah melakukan pemantauan langsung di lokasi banjir.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang dikonfirmasi via WhatsApp terkait banjir yang melanda kampung Parang Malengu tersebut, mengatakan, dirinya sudah memonitor kondisi banjir di wilayah itu sejak pagi.
”Saya sudah monitor sejak tadi pagi. Saya telah perintahkan camat dan Kadis PU untuk cek langsung ke lapangan. Saya perintahkan untuk cari apa penyebab utama banjir tersebut. Saya juga telah perintahkan kepala BPBD dan Kadis Sosial untuk turun bantu evakuasi warga,” kata Adnan.
Setelah disusuri ternyata penyebab banjir di tiga dusun itu adalah penyempitan dan pendangkalan saluran pembuangan Bontorea, saluran pembuangan Kunjungmange serta saluran pembuangan Panakkukang dan saluran pembuangan di Borong Untia sepanjang 12 kilometer.
Saluran-saluran pembuangan inilah yang menahan volume air yang akhirnya terbendung dan menumpuk di Dusun Parang Malengu.Penyebab banjir ini telah dicermati pihak Dinas PU Gowa dan kini telah mengerahkan alat berat eskavator untuk mengeruk sedimen yang membuat saluran pembuangan jadi dangkal.
Kepada wartawan, Rabu siang (14/3), Kadis PU Gowa, Mundoap, mengatakan, sebenarnya saluran-saluran pembuangan yang ada di empat dusun ini merupakan tanggungjawab pihak Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang Pompengan (BBWSJP). Hanya saja, meski telah berulang kali dilakukan penyampaian namun pihak BBWSJP belum pernah menindaklanjutinya.
”Iya. Ini sebenarnya tanggung jawab pihak balai. Tapi kami rasa jika menunggu pihak balai maka kondisi banjir di Parang Malengu akan begini terus. Makanya, kami berinisiatif melakukan upaya penanganan tanpa harus menunggu pihak balai. Kita coba tangani ini,” kata Mundoap dari lokasi.
Dari hasil pendataan Pemerintah Kecamatan Pallangga seperti disebutkan Camat Pallangga, Indra Wahyudi Yusuf, ketinggian air banjir di Parang Malengu tidak merata. Ketinggian antara 1 hingga 2 meter. Beberapa rumah di Dusun Parang Malengu dengan kondisi banjir setinggi 2 meter.
”Kondisi banjir ini terjadi setiap tahun. Cuma volume air hari ini lebih besar karena saluran air tidak terbuka. Ada 215 rumah terendam disini dengan tinggi air antara 1 sampai 2 meter,” kata Indra.
Dikatakan camat, wilayah yang rendah sekali saja, tinggi airnya setinggi leher orang dewasa. Sedangkan daerah yang sedang, tinggi airnya setinggi pinggang dan daerah yang paling tinggi ketinggian airnya sebatas lutut.
”Jadi sementara kami buat posko kesehatan di Puskesmas Pallangga sambil kita berkoordinasi dengan pihak Dinkes, Dinsos dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Ada juga warga yang cidera termasuk pak Kepala Dusun Parang Malengu, Abd Hakim Dg Sanre karena tergelincir sewaktu membantu warga mengevakuasi barang-barangnya saat air mulai naik. Tapi yang cidera sudah dilakukan perawatan di Puskesmas,” ungkap camat.
Terpisah, Kadis Sosial Gowa, Syamsuddin Bidol, mengatakan, pihaknya telah menurunkan personel Tagana ke lokasi banjir. ”Saya bersama Kabid Perlindungan Sosial, Andi Baso Siraja beserta Tagana Gowa lagi membantu masyarakat korban banjir di dua dusun, yakni Dusun Kunjungmange yang dihuni kurang lebih 65 KK dan Dusun Parang Malengu yang dihuni kurang lebih 100 KK. Tim dapur umum Tagana Gowa juga sementara melakukan persiapan di lokasi untuk membantu warga. Kami di sini melakukan penanganan terpadu termasuk bersinergi di PMI,” kata Syamsuddin Bidol.
Para warga yang mengalami banjir itu kini diungsikan sementara ke tempat penampungan di area yang tidak terjangkau banjir. (sar/mir)
435 Rumah Warga Pallangga Terendam Banjir
×

