pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Adnan Tinjau Persiapan Kampung Inggris di Bulutana

GOWA, BKM — Kampung Inggris yang dibentuk Pemkab Gowa di Lingkungan Buttatoa, Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong adalah perkampungan yang sengaja dibentuk untuk mendukung pengembangan kewisataan di kota Malino.
Kampung Buttatoa ini dari kesejarahan masa pemerintahan dulu, memang menjadi salah satu basis hunian masyarakat melawan penjajahan. Terbukti adanya meriam besi yang merupakan sisa-sisa masa penjajahan dulu. Selain keberadaan meriam kuno itu, juga terdapat dua buah rumah adat peninggalan zaman penjajahan yang disebut Balla Lompoa Buttatoa dan Balla Jambua.
Kedua rumah adat ini berdiri kokoh dan diketahui sudah berusia kurang lebih 600 tahun. Kedua rumah adat ini menjadi salah satu kunjungan wisatawan meski belum terlalu optimal. Hal itu disebabkan, jarak rumah adat ini berdiri dari kota Malino terbilang cukup jauh, yakni sekitar 10 kilometer dan berada di lereng gunung.
Kadis Pendidikan Gowa, Salam, selaku penggerak program Kampung Inggris cetusan bupati Gowa itu, menjelaskan, Kampung Inggris ini sengaja dibentuk dengan tujuan mendukung Malino sebagai destinasi wisata nasional. Apalagi, Malino kini memiliki even unggulan dan telah masuk kalender nasional wisata, yakni Beautiful Malino.
”Kampung Inggris ini betul-betul adalah satu perkampungan yang kita khususkan penghuninya akan fasih berbahasa Inggris. Dalam penataannya, di perkampungan ini akan ada beberapa lembaga bahasa Inggris yang akan membimbing masyarakat setempat untuk bisa berbahasa Inggris. Tujuan utama dari pembentukan kampung Inggris ini adalah untuk mendukung destinasi wisata Malino tersebut,” jelas Salam.
Salam mengatakan, dengan adanya kampung Inggris ini akan menjadi momen kesiapan bagi masyarakat Malino dalam melayani kunjungan wisatawan. ”Setidaknya masyarakat bisa lebih mudah berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara karena sudah bisa berbahasa Inggris. Jadi itulah sasaran kenapa ada perkampungan Inggris ini. Jadi sambil menjemput wisatawan, masyarakat juga diedukasi berbahasa asing,” tambah Salam.
Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menyempatkan diri meninjau Perkampungan Inggris tersebut. Saat bertandang ke Perkampungan Inggris yang dipusatkan di Lingkungan Bontoa, Kelurahan Bulutana, Senin (19/3) siang, Adnan mengatakan, seluruh aset wisata di Malino harus menjadi obyek penting bagi wisatawan.
Kehadiran Kampung Inggris menurutnya, adalah bukti komitmen pemerintah dengan masyarakat dalam memuluskan kota Malino sebagai destinasi wisata di Indonesia. ”Ini untuk melengkapi cita-cita kita bersama dalam menjadikan Gowa sebagai kabupaten pendidikan pertama di Sulsel. Dengan adanya English Camp ini setidaknya bisa menjadi variabel sehingga bisa memenuhi capaian itu,” kata Adnan.
Terpisah, Lurah Bulutana, Suhardiman Utama, kepada wartawan menjelaskan, Kampung Inggris di Lingkungan Bontoa itu dihuni sekira 400 Kepala Keluarga (KK). Masyarakat Lingkungan Bontoa saat ini telah mulai menata diri khususnya untuk belajar berbahasa Inggris.
”Kami sangat bersyukur karena ternyata Lingkungan Bontoa yang dipilih untuk menjadi Kampung Inggris. Karena itu, masyarakat Bontoa betul-betul mempersiapkan diri. Memang sudah waktunya masyarakat yang berada di kawasan wisata siap melayani tamu-tamu wisatawan yang datang,” kata Suhardiman.
Dengan hadirnya Kampung Inggris di Tinggimoncong, Camat Tinggimoncong, Andre Mauritz pun mengaku semakin siap membenahi Tinggimoncong sebagai daerah wisata. Secara umum, Tinggimoncong tidak hanya memiliki Malino, tapi hampir seluruh kelurahan dan desa di Tinggimoncong memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata. (sar/mir)



×


Adnan Tinjau Persiapan Kampung Inggris di Bulutana

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar