pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ucap Cinta Lewat FB, Pemuda Pakistan Persunting Gadis Pangkep

PANGKEP, BKM — Kampung Pa’celang, Kelurahan Anrong Appaka, Kecamatan Pangkajene, Pangkep, Jumat (23/3). Di dalam sebuah rumah tengah berlangsung prosesi adat kaddo caddi’, sebuah hajatan yang dilaksanakan bagi tetamu yang tidak sempat hadir saat resepsi di Kamis malam (22/3).
Duduk sepasang mempelai di pelaminan sederhana. Mereka mengenakan busana pengantin tradisional khas Bugis-Makassar. Tak ada yang berbeda dengan hajatan pernikahan lainnya.
Namun yang menarik perhatian adalah mempelai prianya. Dia bukanlah orang Indonesia. Melainkan berasal dari Pakistan. Namanya Ali Hassan. Usianya 25 tahun. Sementara mempelai wanitanya bernama Dewi Pratiwi. Berumur 23 tahun.
Media sosial Facebook mempertemukan dua insan berbeda negara ini. Awalnya Dewi hanya iseng berkenalan dengan Ali Hassan melalui FB. Siapa sangka kalau pemuda itu akhirnya mempersunting dirinya dan menjadikannya sebagai istri.
Selama hampir setahun bertema di dunia maya, Ali Hassan kemudian memberanikan dirinya mengucapkan kata cinta, meski hanya melalui medsos. Dewi sempat menepis ajakan untuk merajut cinta yang ditawarkan Ali Hassan.
Namun, Dewi akhirnya luluh. Ia bersedia menerima jalinan kasih pemuda yang seiman dengan dirinya itu. Selain usia mereka hanya terpaut dua tahun, keduanya masih perjaka dan gadis.
Sejak saat itu Ali Hassan memberi perhatian berlipat untuk Dewi. Jarak yang jauh tak menjadi kendala. Dewi percaya bahwa Ali Hassan tidak akan pernah berpaling darinya.
”Dia (Ali Hassan) selalu menghubungi saya melalui video call. Biasanya, ketika berkomunikasi jarak jauh, Ali selalu meminta untuk berbicara langsung dengan ibu saya. Di situ saya yakin kalau dia serius,” tutur Dewi menceritakan perjalanan cintanya dengan pria yang kini berada di sampingnya.
Darmawati, ibu kandung Dewi Pratiwi, kemarin menuturkan, hajatan pernikahan putrinya dengan Ali Hassan masih berlangsung hingga Jumat siang (23/3). Acara adat ini disebut kaddo caddi’.
Darma menceritakan awal perkenalan anak keduanya itu melalui Facebook akhir 2016 lalu. Tidak lebih dari setahun memadu kasih lewat medsos, Ali Hassan sudah menyatakan akan datang ke Indonesia untuk bertemu langsung dengan Dewi. Sekaligus berkenalan dengan keluarganya.
”Pada bulan Februari Ali terbang ke Jakarta dan bertemu dengan kerabatnya asal Pakistan yang sudah puluhan tahun hidup di Bekasi, Jawa Barat,” ujar Darma.
Di awal Desember 2017, menurut Darma, Ali sempat ingin ke Indonesia, namun batal. Keinginan itu baru terwujud di bulan Februari 2018.
Saat itulah, pemuda Pakistan yang pernah bekerja di Malaysia selama tiga tahun sebagai supervisor pada salah satu pusat perbelanjaan ini, mengutarakan niatnya untuk melamar Dewi.
”Sebelum menyampaikan niatnya untuk melamar, saya sampaikan beberapa persyaratan adat dan kebiasaan kalau menikah dengan orang Bugis-Makassar. Termasuk saya sampaikan bahwa salah satu syarat untuk memperistri Dewi, kami sama sekali tidak mengizinkannya dibawa ke Pakistan. Setelah dia sanggupi semua syarat itu, barulah diminta untuk mengurus proses administrasi di kedutaan Pakistan yang ada di Jakarta,” beber Darmawati.
Sebelumnya, Ali Hassan menyelesaikan semua syarat administrasi serta dokumen yang diperlukan di kedutaan Indonesia di Pakistan. Setelah itu barulah ia terbang ke Jakarta awal Maret 2018.
”Jadi proses lamaran tidak berlangsung lama. Lebih banyak dilakukan dengan komunikasi melalui telepon,” ujar Darma lagi.
Di akhir Februari, keluarga Dewi menerima informais jika Ali Hassan akan segera ke Makassar pada tanggal 6 Maret. Darma bersama kakak Dewi menjemput Ali Hassan di bandara, lalu bersa-sama menuju Pangkep sekitar pukul 02.00 Wita. Mereka tiba di Pangkajene ketika memasuki waktu subuh.
Saat berada di Pangkep, Ali Hassan diinapkan di salah satu hotel di Pangkep. Sebelum digelar hajatan pernikahan, Ali sempat dibawa ke rumah Dewi untuk dengan pihak keluarga.
”Sebelum pernikahan ini benar-benar terwujud, beberapa dari keluarga sempat ragu. Ada yang mengatakan, apa tidak khawatir menikahkan anak perempuanmu dengan orang Pakistan,” ujar Darma menirukan keraguan keluarganya.
Namun, semua itu terjawab. Dewi yang tamat di Madrasah Aliyah Darussalam di Paccelang tiga tahun lalu, telah bersanding dengan pujaan hatinya.
Sayangnya, ketika ditanya soal uang panai, Darmawati minta untuk tidak dipublikasikan. ”Yang jelas, Ali Hassan memenuhi kesanggupan dan tanggung jawabnya karena sudah menikahi anak saya,” pungkas Darma. (udi/rus/b)



×


Ucap Cinta Lewat FB, Pemuda Pakistan Persunting Gadis Pangkep

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar