GOWA, BKM — Sebanyak 605 calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Gowa menjalani pemeriksaan kesehatan yang digelar Dinas Kesehatan Gowa selama tiga hari mulai Senin hingga Rabu (28/3).
Pemeriksaan yang dilakukan di area kantor Dinkes Gowa ini dilakukan tiga tahap untuk para CJH dari 18 kecamatan.
Dari pemantauan BKM di Dinkes Gowa, Rabu pagi kemarin, giliran CJH asal dataran rendah yakni Kecamatan Somba Opu, Pallangga dan sekitarnya. Sedang dua hari sebelumnya menjadi jadwal untuk CJH asal dataran tinggi.
Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin didampingi Kasi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Gowa, Siti Sarah mengatakan, seluruh CJH wajib
mengikuti pemeriksaan kesehatan ini.
“Manfaatnya untuk mengecek tingkat kesehatan CJH apakah layak terbang atau tidak. CJH juga wajib mendapatkan vaksinasi minginitis. Jika tidak vaksin maka CJH tidak akan diberangkatkan. Makanya kita lakukan pemeriksaan kesehatan ini secara paripurna karena dipahami banyak juga calon jamaah haji yang kesibukannya cukup tinggi sehingga kerap lupa melakukan vaksinasi,” kata kadis.
Selain itu kata kadis, dengan pemeriksaan ini maka ada upaya antisipasi pihak calon jamaah semisal ketahuan memiliki penyakit kronis seperti TB (tuberculosis) maka akan dibimbing terus untuk rutin berobat selama persiapan pemberangkatan.
“Untuk vaksinasi minginitis, aturannya harus dilakukan 14 hari sebelum pemberangkatan. Calon jamaah harus divaksin minginitis dan itu wajib. Jamaah yang tidak vaksin akan tertolak masuk Arab Saudi sebab negara ini memang mewajibkan vaksin tersebut.
Perlu diketahui minginitis itu adalah penyakit radang otak yang penyembuhannya sangat susah,” jelas kadis seraya menjelaskan bahwa sesuai aturan baru pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji didahulukan sebelum melakukan pelunasan.
Selain pemeriksaan kesehatan tambah kadis, para calon jamaah haji juga menjalani tes kebugaran yang telah dilakukan di lapangan Syekh Yusuf Sungguminasa dan ditindaklanjuti di tingkat kecamatan yang dilaksanakan para puskesmas setempat.
Untuk calon jamaah haji Gowa sebanyak 605 orang dan akan diberangkatkan pada Juli 2018 mendatang itu masing-masing terdiri dari 412 perempuan dan 193 lakilaki. Dari 18 kecamatan, yang paling besar jumlah CJH nya adalah Kecamatan Somba Opu 121 orang menyusul Biringbulu 88 orang, Pallangga 80 orang, Tompobulu 58 orang, Bajeng 40 orang, Bontolempangan 36 orang, Bungaya 30 orang.
Kecamatan Parigi 33 orang, Bontonompo 26 orang, Bontomarannu 15 orang, Pattallasang 14 orang, Barombong 14 orang, Tinggimoncong 13 orang, Bajeng Barat 12 orang, Parangloe 7 orang, Bontonompo Selatan 7 orang, Manuju 6 orang dan Tombolopao 5 orang.
Dari jumlah itu, dua orang CJH dari Kecamatan Pallangga berusia paling tua dan paling muda yakni 84 tahun dan 19 tahun.
Ditanya soal tes kehamilan yang dilakukan bagi sejumlah CJH perempuan, menurut dr Hasanuddin tidak ditemukan adanya CJH yang positif hamil. Sementara dari rangkaian tes kesehatan itu, tambah kadis, penyakit paling dominan diderita CJH adalah hipertensi. Dan rata-rata penderitanya adalah CJH berusia 40 tahun ke atas.
“Setelah pemeriksaan ini masih akan ada lagi pemeriksaan selanjutnya yakni di embarkasi. Jadi para CJH akan diperiksa kembali di embarkasi sebelum diberangkatkan besoknya,” tambahnya. (saribulan)

