JENEPONTO, BKM — Terbatasnya jumlah stok premium yang disuplai Pertamina ke Sentra Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kabupaten Jeneponto, membuat banyak pemilik kendaraan jadi kesulitan.
Mereka harus rela antre hingga keluar ke jalan raya demi untuk mendapatkan premium. Apalagi setelah harga Pertalite dinaikkan beberapa hari lalu. Terbatasnya jumlah stok premium yang disuplai Pertamina ke SPBU diakui Burhanuddin Kr Sila, anak salah satu pemilik SPBU di Jeneponto.
”Sejak harga Pertalite dinaikkan beberapa hari lalu, membuat antrean di tempat pengisian premium jadi membludak. Bahkan, antrean mengular sampai keluar ke jalan raya. Menyusul banyaknya jumlah konsumen Pertalite kembali menggunakan Premium karena harganya yang sangat jauh berbeda. Terutama para sopir angkutan kota. Belum lagi jumlah premium yang disuplai Pertamina ke Jeneponto ini terbilang terbatas,” ujar Burhanuddin
Misalnya premium, masih dipatok seharga Rp6.450 per liter. Sedangkan harga pertalite kini sudah mencapai Rp8.000. ”Ada selisih harga Rp1.550 per liter. Mending antre sebentar demi mengirit,” tutur salah seorang pengemudi angkot yang mengaku bernama Musa saat ditemui BKM sedang antre di SPBU milik H Mangga Kulle, Jalan Pahlawan Bontosunggu, Senin (9/4).
Lanjut Musa mengatakan, setiap hari dirinya membeli premium 20 liter dengan harga Rp6.450 per liter. ”Kita orang kecil seperti sopir petepete perlu BBM bersubsidi jenis premium karena ada perbedaan harga Rp1.550 per liter. Jadi kita ada pengiritan sebesar Rp31 ribu per hari kalau kita membeli 20 liter,” katanya.
Banyaknya sopir petepete beralih menggunakan premium, diakui Sarro, salah seorang petugas pompa di SPBU. Dikatakan, sejak harga Pertalite naik beberapa hari lalu, jumlah sopir petepete yang mengisi premium semakin banyak. (krk/mir/b)
Premium Langka di Jeneponto
×

