PANGKEP,BKM– Jarak tempuh kapal dari Pulau Matalaang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep ke Makassar selama 20 jam, membuat Borahima (33), warga pulau terluar yang hendak berobat ke Makassar dinyatakan meninggal dunia di atas kapal saat dalam perjalanan, Rabu (18/4).
Menurut pengakuan salah seorang keluarga korban bernama Madina, Borahima meninggal dunia di atas kapal penumpang ketika menempuh perjalanan yang begitu lama yakni 20 jam. Keluarga korban bermaksud membawa Borahima dari Pulau Matalaang ke Pelabuhan Paotere untuk berobat di Makassar karena fasilitas kesehatan dan kelengkapan obat tidak bisa terpenuhi di pulau terjauh dan terluar ini.
”Borahima menghembuskan nafas terakhirnya di depan istri dan keluarganya, sebelum berobat ke Makassar. Korban diperkirakan sudah sakit parah. Warga Pulau Matalaang ini dinyatakan meninggal saat kapal sudah berada diperairan Takalar,” kata Madina.
Secara terpisah, Kapolsek Liukang Tangaya, AKP Supriyadi ketika dihubungi membenarkan adanya seorang warga Pulau Matalaang yang meninggal dunia di atas kapal. ”Korban dibawa keluarganya menumpang kapal untuk berobat di Makassar. Namun belum sampai ke tempat berobat, justru nyawanya tidak bisa lagi diselamatkan,” katanya. (udi/mir/c)
Warga Pulau Matalaang Meninggal di Atas Kapal
×

