MAKALE, BKM — Pengurus Kombongan Baine Toraja (KBT) menggelar rapat konsultasi dipimpin Merda Mangajunke dari Persatuan Wanita Gereja Toraja (PWGT) bersama Majelis Kontak Muslim Indonesia, Sabtu (21/4) ke DPRD Tator. Rapat dalam rangka menyemarakan hari Kartini sekaligus memperjuangkan emansipasi wanita.
Wakil Ketua DPRD Tator Kendek Rante didampingi Yariana Somalinggi, Elis Batti, Betriks Palamba, Adolfina M.Pakonglu dan Selmy Sattu menerima perwakilan KBT di ruang rapat Ketua DPRD.
Tiga isu diangkat BKT yakni sebagai wujud memaknai hari Kartini dan mengedukasi masa depan anak.
Selain isu rumah kost, juga keprihatinan bahaya narkoba, serta perlindungan anak dan perempuan menjadi topik pembahasan utama.
Ketua Komisi I DPRD Tator Selmy Sattu kepada BKM mengatakan isu sosial bahaya narkoba, bebas di rumah kost, dan kekerasan perempuan dan anak, keprihatinan bersama pemerintah.
Diakui Selmy, mengingat Toraja darurat mnarkoba, sehingga dibutuhkan peran orang tua terutama memantau dan mengawasi perilaku anak-anaknya.
Hal senada disampaikan Yariana Somalinggi dari Fraksi Partai Golkar. Menurut Yariana Perdanya sudah selesai dibahas didewan tinggal menunggu Peraturan Bupati (Perbup) memperkuat pelaksanaannya. (gus/C).
Pengurus KBT Prihatin Perempuan
×

