pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

DKM Gelar Makassar Bersyair

MAKASSAR, BKM–Dewan Kesenian Makassar (DKM) mengadakan “Makassar Bersyair 2018”, kegiatan yang dilaksanakan ini untuk yang ke tiga kalinya. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan di Gedung Kesenian Societeit de Harmonie Makassar pada Senin (7/5).
Dengan tema “Bersatu dalam puisi, menjadikanpuisi sebagai alat perekat nasionalisme”, ada dua rangkaian kegiatan di dalamnya. Yaitu Lomba baca puisi dan Pembacaan karya sastra. Tema tersebut sengaja diangkat karena bertepatan dengan tahun politik pada tahun ini, itulah yang dikatakan panitia, Jamal Dilaga.
Jamal mengatakan jika lomba baca puisi ini dikhususkan bagi para pelajar SMA. Tujuannya adalah bagaimana para pelajar bisa mencintai karya sastra dan bisa mengenal penyair yang lahir di Sulse ini.
“Tujuannya juga karena pelajar SMA adalah generasi pertama yang bisa cepat memahami situasi dan kondisi negara ini,” kata Jamal.
Tercatat ada 26 peserta yang ikut dalam lomba puisi ini. Mereka tersebar dari berbagai daerah. Ada dari Makassar, Jeneponto, Takalar, Gowa, Maros, Barru, dan Pangkep. “Para pelajar ini mewakili perseorangan, bukan mewakili sekolah. Jadi bisa saja di satu sekolah ini ada yang mengutus lebih dari satu siswa,” ucap jamal.
Ada dua puisi yang dibawakan masing-masing siswa. Yaitu puisi wajib yang merupakan karya dari para penyair seperti Rahman Arge, Husni Jamaluddin, Aspar Paturusi, dan Udhin Palisuri. Dan puisi kedua adalah puisi bebas pilihan peserta. Semua puisi yang dibawakan para peserta ini adalah puisi yang menceritakan mengenai kondisi sosial pada para penyair itu.
Malamnya saat penyerahan hadiah, akan ada beberapa karya-karya sastra yang dibacakan langsung oleh penyair dan tokoh di Sulsel. Seperti Bahar Merdu, Alim Prasasti, Amir Jaya, Badaruddin Amir, Azis Nojeng, dan lain sebagainya.
“Biasa tiap tahun kan DKM diundang untuk mengutus perwakilan pembaca puisi di Jakarta. Nah dengan adanya ini, kita tak akan bingung lagi kalau ada undangan serupa. Kita juga mau, puisi bisa menjadi aset hiburan,” tutup Jamal.(nug/war/c)



×


DKM Gelar Makassar Bersyair

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar