MAKASSAR, BKM — Lembaga survei Insert Institute telah melakukan survei untuk pemilihan bupati (Pilbup) Kabupaten Sinjai sejak tanggal 28 April hingga 3 Mei lalu.
Survei Insert Insitute menggulkan pasangan Andi Seto Asapa- Andi Kartini Ottong.
Dalam Survei yang dilakukan, Insert Institute menggunakan 540 responden dengan berbasis TPS yang ada di suruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sinjai.
“Dari hasil survei yang kita lakukan, Andi Seto masih unggul di Kabupaten Sinjai,” kata, Direktur Riset dan Program Insert Institute Reski Yanti saat melakukan jumpa pers di salah satu cafe di kota Makassar, Minggu (13/5).
Dirinya menyebutkan jika Popularitas Andi Seto Gadista Asapa 97,9 persen, Sabirin Yahya 98,5 persen dan Takyuddin Masse 89,8 persen.
Selanjutnya Untuk Top of Mind Andi Seto Gadista Asapa 29,3 persen, Sabirin Yahya 24,3 persen dan Takyuddin Masse 13,10 persen dan Tidak Tahu 30,7 persen.
Tingginya ektabilitas Andi Seto, karena pengaruh bapaknya yang juga mantan bupati Sinjai masih berpengaruh di bumi Panrita Kitta.
“Tingginya ektabiltas, popularitas Andi Seto karena pengaruh orang tuanya masih perpengaruh,” ucapnya.
Sementara untuk dipasangkan menurut Reski masih unggul pasangan nomor urut 1 tersebut.
“Dari pasangan Andi Seto Gadhista Asapa-Andi Kartini memiliki Strong Voters yang cukup tinggi dibanding kadidat lain diangka 56,5 persen disusul Sabirin Yahya-A. Mahyanto Mazda 52,5 persen dan Takyuddin Masse-Mizar Rahmatullah Roem persen,” lanjutnya.
Bahkan program yang ditawarkan oleh Andi Seto-Kartini juga lebih baik dibanding kandidat petahan Sabirin Yahya yang berpaket Mahyato.
“38,4 persen untuk pasangan A. Seto Gadhista Asapa-Andi Kartini, 30,4 persen untuk pasangan Sabirin Yahya-A. Mahyanto Mazda dan 16,8 persen untuk Takyuddin Masse-Mizar Rahmatullah Roem,” lanjutnya.
Disinggung mengenai kandidat pasangan Sabirin Yahya yang merupakan sang petahana ditunggui oleh Andi Seto-Kartini. Reski menyebutkan jika masih ada masyarkat sinjai yang belum merasa puas atas kepemimpinan Sabirin sejak menjadi bupati.
“Survei yang kita lakukan yang merasa puas hanya 51,6 persen dan tidak puas 41,1 persen tidak tahu 7,3 persen. Jika kita lihat calon incumbent itu dinilai berhasil jika kepuasan masyarkat sudah mencapai 70 persen,” ungkapnya. (rls)

