MAKASSAR, BKM–Dua calon Gubernur Sulsel masing-masing Nurdin Halid, Nurdin Abdullah serta cawagub Andi Mudzakkar menyampaikan duka cita yang dalam atas berpulangnya anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Partai Golkar, Alfrita Pasande Danduru, pada Selasa (29/5) malam.
Alfrita diketahui mengembuskan nafas terakhirnya di RS Bintang Laut, Kota Palopo. Belum diketahui pasti penyebab kematian dari Alfrita P Danduru. Namun sebelum masuk ke Rumah Sakit, almarhumah mengeluh mengalami sesak nafas.
“Semoga Ibu Alfrita P Danduru bisa diterima disisinya. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan lebih tabah lagi,”ujar Nurdin Abdullah, Rabu (30/5).
Menurut Prof Nurdin Abdullah, Alfrita merupakan sosok yang dikenal baik dan ramah. “Meskipun tak begitu kenal dengan Ibu Alfrita, tapi saya salut dengan apa yang telah dikerjakan selama menjabat sebagai anggota DPRD Sulsel,” tambahnya.
Sebelumnya, Nurdin Halid yang juga Ketua DPD I Golkar Sulsel juga menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya salah satu kader terbaik golkar. Alfrita merupakan Legislator Sulsel dari daerah pemilihan Tana Toraja dan Toraja Utara. “NH-Aziz turut berduka cita atas meninggalnya anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar, Alfrita P Danduru. Selaku calon usungan Golkar sekaligus Ketua Golkar Sulsel, saya sangat-sangat kehilangan sosoknya yang benar-benar berjuang untuk rakyat, seperti yang dicita-citakan NH-Aziz,” katanya, Selasa (29/5).
NH menyampaikan semasa hidupnya, begitu banyak kesan baik yang ditorehkan Alfrita. Almarhumah dikenalnya sebagai sosok pekerja keras, tapi sangatlah ramah. NH pun menaruh kepercayaan besar terhadap Alfrita. Itu ditunjukkan dengan sempat mengamanahkannya sebagai pelaksana tugas Ketua DPD II Golkar Tana Toraja.
“Tahun lalu, waktu saya berkunjung ke Tana Toraja, Alfrita yang mempersiapkan langsung penyambutan dan memberikan penyambutan yang luar biasa. Saya disambut secara adat, dipakaikan topi khas Toraja. Almarhumah merupakan sosok yang benar-benar berdedikasi dan bertanggungjawab,” ujarnya.
Dalam perjuangan menghadapi Pilgub Sulsel 2018, NH-Aziz pun mendapatkan dukungan penuh dari Alfrita. Semasa hidup dan masih fit, alumnus UKI Paulus Makassar itu terus bergerak menggalang dukungan untuk pasangan NH-Aziz. Olehnya itu, NH-Aziz mengaku sangat kehilangan atas kepergian Alfrita.
“Sekali lagi, saya mewakili Golkar maupun NH-Aziz turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan untuk keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan sebesar-besarnya,” tutup NH.
Calon Wakil Gubernur Sulsel, Andi Mudzakkar juga sebelumnya bersedih. sebab Alftita juga merupakan Saudara “sesusuannya”.
Begitu mendengar kabar duka, Cakka langsung melayat ke rumah duka di Jalan Ambe Nona, Kelurahan Ammassangan, Kecamatan Wara, Palopo.
“Almarhumah sudah seperti adik saya sendiri. Makanya saya tidak bisa dipisahkan dengan keluarga Toraja,” kata pasangan Ichsan Yasin Limpo itu.
Saat baru lahir, Cakka ditinggalkan ibu kandungnya, Andi Halia. Cakka dititip ke Puang Macanne Danduru 4, yang juga merupakan keluarga besar dari almarhumah Alfrita Pasande Danduru. Di rumah duka, tampak legislator Partai Gerindra Palopo, Budi Ratu, mantan Ketua Nasdem Palopo, Capt Yonarius dan Tokoh Masyarakat Bastem, Palabiran Kanna.
Legislator DPRD Golkar Sulsel ini menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 20:00 Wita, malam ini. Untuk diketahui, Alfrita Pasande Danduru lahir di Luwu, 16 April 1968 silam. Pendidikan SD dan SMP ditamatkan di Tana Toraja. Yakni SD Inpres Buntad dan SMP Katholik Makale.
Masuk SMA, ia pindah ke Palopo. Ia menamatkan jenjang pendidikan SLTA, di SMA Negeri 1 Palopo kemudian kuliah di Fakultas Hukum UKI Paulus.
Alfritha duduk di DPRD Sulsel dari daerah pemilihan Sulsel 10 yang meliputi Tana Toraja dan Toraja Utara. (rif)

