pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Gerindra Tetap Optimistis Meski Dua Kali Kalah di Pilgub

MAKASSAR, BKM–Kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel yang baru berakhir tiga hari masih menjadi catatan penting bagi setiap partai politik, utamanya yang usungannya kalah.
Pilgub, selalu menyisahkan kenangan pahit dan manis. Manis, bagi pemenang dan pahit bagi yang kalah. Dari empat pasangan calon, telah diketahui hasil sementara lewat hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei.

Jika Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pilgub disebut pecah telur lantaran baru kali ini usungannya yakni Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman memenangkan Pilgub, maka hal berbeda dialami oleh Partai Gerindra. Partai bentukan Prabowo Subianto ini telah dua kali mendorong kadernya untuk bertarung, yakni Andi Rudianto Asapa yang berpasangan dengan Andi Nawir Pasinringi di Pilgub Sulsel 2013 dan Agus Arifin Nu’mang bersama Ahmad Tanribali Lamo di Pilgub 2018 ini.
Meski demikian Partai Gerindra tak gerah. Pasalnya partai berlambang kepala burung garuda ini mengaku siap mengadu keberuntungan di Pileg dan Pilpres 2019 nanti.
Kekalahan usungan Gerindra di Pilgub tentu akan menjadi bahan evaluasi dari partai. “Evaluasi tentu ada, dimana titik kekurana dan lainnya,”ujar sekretaris DPd Partai Gerindra Sulsel Rusdin Tabi, Jumat (29/6).
Meski demikian, Rusdin yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulsel ini mengaku salut dengan kerja-kerja tim dan kader partai yang bergerak hingga usungannya di Pilkada serentak hampir keseluruhannya menang. “Meski tak unggul di Pilgub, tapi kita kan sudah berjuang untuk memenangkan usungan di 9 daerah, termasuk tiga diantaranya kader, sementara pada PIlkada sebelumnya usungan gerindra menang di 8 daerah” ujarnya.
Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Idris Manggabarani juga berharap dengan hasil Pilgub dan Pilkada didaerah semakin memotivasi kader untuk lebih bekerja maksimal menyambut Pileg dan Pilpres. “Kita yakin hasil ini (Pilgub dan Pilbup) menjadi motivasi kader disemua level,”jelas Idris.
Dua kali usungan Gerindra kalah di Pilgub tentu akan menjadi motivasi dan semangat bagi pengurus dan kader. Dosen politik Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto mengatakan, secara institusi, gerindra memang perlu merecovery diri. 
“Pelajaran di Pilgub ini, kerja-kerja elektoral struktur partai ada yang tidak sejalan antara DPD dan DPC. Mesin partai seperti tidak bergerak optimal,”ujar Luhur.
Menurutnya, idealnya momentum Pilgub harus memanfaatkan untuk mengkonsolidasi infrastruktur partai.

Termasuk mengevaluasi komitmen serta loyalitas elit dan kader terhadap keputusan partai. Banyak kader Gerindra yang tidak mendukung usungan partai.

“Saya kira sistem dan prosedur rekrutmen usungan calon kepala daerah juga mesti di evaluasi,” katanya. 

Selain itu lanjut dia. gerindra termasuk partai yang tidak punya mekanisme baku dan tidak tuntas menata kewenangan DPP dan DPD dalam rekrutmen dan pencalonan kepala daerah. 

“Ketokohan figur memang penting, tetapi soliditas partai pengusung juga hal menentukan,” pungkasnya.

Hal sama dilontarkan dosen politik Unibos 45 Dr Arief Wicaksono yang menilai jika ada masalah di partai yang tidak tuntas. Meski demikian,
dirinya melihat trand suara gerindra terus membaik di Pileg. “Saran saya agar sebaiknya Gerindra Sulsel melakukan konsolidasi internal, agar pada level pemilihan berikutnya (pileg dan pilpres) Gerindra Sulsel dapat menepis anggapan negatif dari masyarakat dan media,”pungkasnya. (nug-ita/rif/d)



×


Gerindra Tetap Optimistis Meski Dua Kali Kalah di Pilgub

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar