MAMUJU, BKM — Lebih dari empat tahun program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan berjalan. Sebagai salah satu rangkaian kegiatan HUT ke 50 BPJS Kesehatan, serta dalam rangka memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik, para direksi beserta deputi direksi BPJS Kesehatan terjun langsung meninjau pelayanan di sejumlah kantor cabang BPJS Kesehatan.
Tak hanya itu, mereka pun turut melayani langsung para peserta JKN-KIS yang datang berkunjung. ”Kegiatan eksekutif frontliner ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami. Untuk itu, ke depannya kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” ujar Deputi Direksi BPJS Kesehatan Sulselbartramal (Sulsel, Sulbar, Sultra, dan Maluku), I Made Puja Yasa, usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Cabang Mamuju, Jumat (6/7).
Dalam kesempatan tersebut, para direksi dan senior leader BPJS Kesehatan menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum yang mendatangi Kantor Cabang BPJS Kesehatan, khususnya di Loket Fast Track (pelayanan cepat).
”Berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta JKN-KIS di kantor BPJS Kesehatan memiliki tantangan tersendiri,” ucap Puja.
Menurut Puja, jika dibandingkan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat. Jika hanya dalam waktu 4 tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 80 persen dari total penduduk Indonesia.
Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru meng-cover 85 persen populasi penduduk. Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99 persen populasi penduduk. Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100 persen populasi penduduk.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah bekerjasama 22.247 FKTP yang terdiri atas 9.881 Puskesmas, 5.023 dokter praktik perorangan, 5.473 klinik non rawat inap, 643 klinik rawat inap, 20 RS kelas D pratama, serta 1.207 dokter gigi. Sementara itu, ditingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.397 RS dan klinik utama, 1.607 apotek, dan 1.079 optik. (mir)
Pimpinan BPJS Kesehatan Layani Langsung Masyarakat
×

