MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Golkar Andi Yagkin Padjalangi dipastikan akan membawa gerbong atau kader Golkar hengkang ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada kontestasi pemilihan anggota legislatif (Pileg) 17 April 2019 mendatang.
Hal tersebut lantaran Andi Yagkin hampir pasti tercatat dalam daftar calon anggota legislatif (Caleg) untuk DPR RI dari PDIP melalui daerah pemilihan (Dapil) Sulsel I meliputi Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Parepare, Barru, Pangkep dan Maros. Andi Yagkin mengaku bila berkas pencalegannya sudha lengkap dan tidak ada yang perlu diperbaiki.
Kepindahan Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel ke PDIP setidaknya membawa pengaruh kepada konstituennya yang selama ini cukup dekat dengan adik kandung Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi ini. Tak hanya itu, kepindahan mantan Ketua Komisi E dan ketua Komisi A DPRD Sulsel ini akan menguntubngkan posisi caleg PDIP yang akan bertarung di DPRD Sulsel melalui Dapil VII Sulsel meIiputi kabupaten Bone.
Ada tujuh caleg PDIP yang maju dari dapil VII masing-masing Andi Wilda Arwan, Drs. Andi Singkeru AS M.Si, Ansar Nurani, Andi Mardatillah, Andi Putra Batara, Dirga Baso, S.PT dan Syarliva Sniawati.
Pada Pileg 9 April 2014 lalu, Andi Yagkin yang terpilih untuk periode ketiga di DPRD Sulsel meraih suara terbanyak. Bahkan Golkar meloloskan tiga kadernya ke DPRD Sulsel dari tujuh kursi yang diperebutkan. Ketiga kader partai berlambang pohon beringin rindang tersebut masing-masing Andi Yagkin Pajalangi, Rusni Kasman dan Andi Yushar Huduri yang meninggal dan digantikan oleh Andi Zunnun Halid.
Akui Ditawari Lewat Dapil I
TIGA periode menjadi anggota DPRD Sulsel membuat Andi Yagkin Padjalangi memutuskan untuk adu keberuntungan menuju senayan. Andi Yagkin juga meluruskan bila dirinya kecewa lantaran tidak diakomodir. “itu tidak betul sebab awalnya ditawari untuk menjadi caleg DPR RI lewat Dapil Sulsel I, namun saya belum siap, sebab saya selama ini menggarap lahan yang ada di Dapil Sulsel II,”ujar Andi Yagkin dimedia center DPRD Sulsel, senin (23/7).
Apalagi Bone menjadi basis andalannya untuk mengincar kursi ke Senayan.
“Selama ini saya ‘mencangkul’ di Bone 15 tahun. Dan semua aktifitas saya di Pilkada, di Pilgub, itu di Bone semua, lantas tiba-tiba saya disuruh bikin sawah baru di dapil Sulsel I, sementara di Dapil II saya tinggal memanen saja,” ujarnya tersenyum.
Yagkin mengakui bila dirinya ditahan oleh Ketua Golkar Sulsel Nurdin GHalid dan Bupati Soppeng Andi Kaswadi agar tidak meninggalkan Golkar.
Tak hanya itu, keluarga Andi Yagkin juga terus menahan agar tidak pindah partai.
Setelah memastikan dirinya ingin hengkang, banyak pempinan parpol ingin meminangnya agar menjadi caleg dipartainya. Keluarga akhirnya memberi lampu hijau jikapun harus pindah, maka memilik partai lama yakni PPP atau PDIP. “Saya disarankan pilih Golkar, PDIP, dan PPP. Kemudian bertambah lagi belakangan PKB dan Nasdem. Gerindra terakhir, setelah PDIP,”pungkas mantan ketua Senat Universitas Hasanuddin ini. (rif)

