SIDRAP, BKM — Pemkab Sidrap menggelar rapat koordinasi terkait kelangkaan gas bersubsidi 3 Kilogram (Kg) di Sidrap sejak beberapa pekan terakhir. Rapat dilaksanakan di lantai II, ruang pertemuan Kantor Bupati Sidrap, Kamis (26/7).
Dilesa-sela rapat terungkap kelangkaan terjadi karena ada kebutuhan yang lebih meningkat khusunya pemakaian untuk pompanisasi persawahan.
Serta adanya permainan sejumlah sopir angkot tabung gas elpiji 3 Kg ke pangkalan.
“Betul, itu waktu kami turun ke lapangan kita dapatkan sopir melakukan permainan,” ujar Kabid Perdagangan Sidrap, Sudirman.
Berdasarkan hasil penelusuran Dinas Perdagangan menyebutkan bahwa kebutuhan yang meningkat sekarang dimanfaatkan oleh sopir maupun pangkalan.
Menurutnya, dia mendapatkan sopir membongkar dua kali di salah satu pangkalan sehingga ada pangkalan lainnya dikurangi jatahnya bahkan tidak mendapatkan selama sepekan.
“Ternyata yang lancar diberikan jatah oleh sopir bagi pangkalan yang memberikan keuntungan ke sopir dengan membayar Rp1.000 hingga Rp 2.000 pertabung. Bagi pangkalan yang tidak memberikan imbalan itu, jatahnya dikurangi bahkan tidak dilayani dengan alasan tabung habis,” ucapnya.
Untuk pangkalan yang sering mendapat jatah juga menjual ke pengecer dengan HET Rp15.500 pertabung. Jadinya pengecer menjual dengan harga Rp25.000-Rp27.000.
“Stok di pangkalan habis, jadi masyarakat beli di pengecer dengan harga mahal mulai Rp25.000 hingga Rp27.000,” tandasnya.
Pemkab, TNI/Polri akan membentuk tim terpadu untuk menindak tegas bagi pelaku yang sering menyebabkan harga naik dengan memanfaatkan kebutuhan masyarakat.
Kabag Ekonomi Sidrap, Ambo Ela mengatakan, akan terus menjadi pembahasan baik diinternal pemda maupun eksternal dengan koordinasi ke masing-masing agen.
Dia mengaku, sebenarnya kuota tabung gas elpiji sangat cukup dan normal. Namun begitu tadi ada permainan antara sopir dan sebagian pangkalan.
”Di Sidrap itu ada sekitar 11.200 tabung yang beredar setiap hari dengan 4 agen penyalur yakni PT Harapan Baru Sejahtera 3.640 tabung, PT Khumas Siappang 2.800 tabung, PT Haci Mitra Gas 2.240 tabung, dan PT Karya Minasa Mandiri 2.520 tabung,”katanya. (ady/C)
11.200 Tabung Beredar, Elpiji 3 Kg tetap Langkah
×

