TAKALAR, BKM — Ketua DPRD Takalar, H Muhammad Jabir Bonto juga mulai angkat bicara sekaligus mengecam tindakan Bupati Syamsari Kitta dalam menjalankan roda pemerintahannya.
Kecaman terlontar setelah dirinya didampingi sejumlah anggota dewan menerima aspirasi mahasiswa dan masyarakat yang mendesak bupati Takalar mencabut surat keputusan (SK) yang menonjobkan beberapa pejabat esalon III dan IV.
”Kami sangat kecewa melihat kegaduhan yang terjadi selama ini, bupati seharusnya tidak menonjobkan seorang pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) tanpa ada dasar hukumnya. Kita lebih baik mencintai rakyat ketimbang mencintai pemimpin yang zolim terhadap rakyatnya,” kata H Jabir Bonto disambut aplaus puluhan pendemo, Kamis (26/7).
Ketua DPRD berjanji akan membantu pergerakan mahasiswa memperjuangkan nasib ASN untuk mendapatkan hak haknya sebagai warga negara. Hal itu ditegaskannya melihat banyaknya ASN yang tidak lagi memiliki semangat kerja dalam menjalankan tugasnya.
”Saya akan bantu ASN yang dinonjobkan bupati. Bahkan, saya siap mendampingi sampai ke pusat,” tandas ketua DPRD Takalar.
Sebelumnya, pengunjuk rasa diterima di gedung DPRD Takalar. Massa yang menyebut dirinya Aliansi Masyarakat Takalar menggugat menggelar aksi unjukrasa mendesak bupati Takalar mencabut SK mutasi yang dinilai melanggar aturan ASN dan memintai kementerian dalam negeri melalui komisi ASN mengambil alih proses mutasi yang juga mereka nilai tidak berperikemanusiaan.
”Kami minta bupati Takalar mencabut SK mutasi. Dimana, mutasi dan demosi yang dilakukan bupati telah melanggar undang undang ASN dan telah menzolimi masyarakatnya,” kata Muhammad Asrul selaku koordinator aksi. (ira/mir/c)
Ketua DPRD Kecam Mutasi Bupati Takalar
×

