MAKASSAR, BKM– Sulsel cukup beruntung, karena menjadi salah satu wilayah yang akan dilewati obor Asian Games. Rencananya, torch relay akan dilaksanakan pada 28-30 Juli.
Setidaknya ada tujuh daerah yang akan dilalui. Mulai dari Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba.
Obor Asian Games 2018 tiba Sabtu pagi (28/7) ini di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Sebelum mendarat, pesawat yang membawa rombongan akan dikawal oleh pesawat Sukhoi. Pesawat ini sehari-hari bermarkas di Lanud Sultan Hasanuddin.
Obor Asian Games dijemput langsung oleh Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dari sini kemudian diarak menuju Kota Makassar, untuk selanjutnya ke Kabupaten Bulukumba.
Sepanjang perjalanan, kirab obor akan diantar oleh pawai kendaraan dan disambut di setiap daerah yang dilaluinya. Diperkirakan kirab akan sampai di perbatasan Kabupaten Bulukumba sekitar jam 14.00 Wita.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel Sri Endang Sukarsih, mengatakan berbagai pagelaran dan budaya lokal disiapkan untuk menyambut obor Asian Games ini. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang dilewati.
Di Bulukumba, sebelum menuju titik nol Sulawesi di Tanjung Bira, api yang tak boleh padam ini akan menuju kawasan pembuatan Perahu Phinisi di Tanah Beru. Di sini obor akan dinaikkan ke Perahu Phinisi.
“Ada 45 perahu nelayan dan 5 perahu phinisi yang akan membawa arakan ke Tanjung Bira. Di sini, api akan bermalam sampai Minggu pagi sebelum kembali ke Makassar,” jelas Sri Endang, kemarin.
Sekretaris Dinas Pariwisata Bulukumba Andi Mattampawali, menyebutkan pawai obor akan disambut di perbatasan Kabupaten Bantaeng-Bulukumba oleh komunitas IOF. Serta akan dilakukan proses A’nggaru.
Setelah itu obor akan diarak ke Kota Bulukumba. Di sepanjang perjalanan akan diiringi Tari Pakkanjara serta marching band di setiap kecamatan yang dilaluinya. Masyarakat dan siswa juga akan dilibatkan dalam acara ini.
“Kita akan menggunakan kendaraan sampai PPI di Tana Beru. Sebelum sampai dermaga, akan dibawa dengan berlari oleh bupati dan wakil bupati Bulukumba ke atas perahu Phinisi,” jelasnya.
Saat ini pihaknya telah menyiapkan 45 perahu nelayan yang menyimbolkan jumlah peserta Asian Games. Masing-masing perahu telah dihiasi dan membawa satu bendera negara peserta.
“Kalau perahu Phinisi saat ini sudah ada empat. Kita akan cukupkan menjadi lima. Kapal yang membawa obor namanya Phinisi Naga Laut. Kapal ini baru saja masuk dok. Sehari-hari digunakan sebagai kapal wisata di Bali dan Raja Ampat,” lanjutnya.
Setelah sampai di Bira, obor akan dibawa ke panggung utama. Sabtu malam (28/7), akan dilakukan pesta rakyat dengan menghadirkan beberapa hiburan. Salah satunya menghadirkan artis nasional dan pesta kembang api.
“Kita manfaatkan momen ini untuk memperkenalkan Bira sebagai Bali Kedua di Indonesia. Pak Bupati menargetkan sekitar 15 ribu orang hadir di Bira saat malam perayaan,” ucapnya.
Penjabat Sekretaris Daerah Sulsel Tautoto Tanaranggina, melanjutkan dari Kawasan Pantai Bira, obor akan kembali ke Makassar lewat jalur darat. Di Makassar obor akan dibawa ke Mako Lantamal VI Makassar.
“Dari sini Pak KASAL (Kepala Staf Angkatan Laut) bersama Pj Gubernur Sulsel akan membawa obor menggunakan KRI Dewa Rusia, dikawal beberapa kapal perang menuju Pantai Losari untuk diserahkan ke Wali Kota Makassar,” lanjutnya.
Setelah itu dilakukan pawai dalam kota, sebelum dibawa ke rujab gubernur untuk diinapkan. Senin pagi (30/7), obor akan dibawa menuju Bandara Sultan Hasanuddin untuk selanjutnya terbang ke Banjarmasin.
Khusus di Kota Makassar, obor Asian Games akan diarak melewati sejumlah jalan protokol. Obor akan dibawa secara bergantian oleh orang-orang yang punya prestasi dan andil membawa nama harus untuk Sulsel di ajang pertandingan olahraga tingkat dunia.
Diantaranya Malik Faisal, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, mantan atlet selancar angin dunia yang akan membawa obor Asian Games padsarute Haji Bau-Anjungan Pantai Losari. Muh Ridwan dari Anjungan Pantai Losari hingga ke Makassar Golden Hotel (MGH).
Suherman, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sulsel, mantan atlet panahan, rute MGH hingga Fort Rotterdam. Obor Asian Games kemudian diambil alih polda dengan rute Fort Rotterdam hingga Gedung Kesenian.
Di Gedung Kesenian, obor diserahkan ke artis Daniel Mananta. Kemudian diserahkan lagi ke Selfia Gaffar hingga ke SMPN 6 Jalan Ahmad Yani.
Atlet karate dunia milik Sulsel Faizal Zainuddin kemudian mengambil alih obor Asian Games di SMPN 6 untuk dibawa ke Lapangan Karebosi.
Di sana, obor diserahkan ke Hengki Kurniawan untuk dibawa ke Monumen Mandala dan diserahkan ke Muh Khaerullah.
Luluk Hadiyanto kemudian mengambil alih membawa obor dari Monumen Mandala hingga ke Jalan Chairil Anwar untuk diserahkan ke Ruswan. Dari sana dibawa oleh HSGOC hingga Botolempangan.
Arief Taufan akan membawa obor dari Botolempangan, Arief Rate hingga Taman Segitiga. Di sana dijemput oleh Suhardi. Obor kemudian pindah tangan ke Isnawati Srinidar menuju Jalan Sultan Hasanuddin untuk kemudian diserahkan ke Hendro Salim.
Yamin Widjaya selanjutnya akan mengarak obor hingga ke Jalan Sawerigading dan diserahkan ke Irjen Roike Lumowa. Atlet panahan legendaris dunia asal Sulsel Kusumawardhani, melanjutkan mengarak obor hingga ke Lapangan Hasanuddin.
Dan di sana, sudah menanti Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang juga dikenal sebagai atlet softball. Ia akan membawanya hingga ke depan rumah jabatan gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman.
Libatkan Pelajar SMP
Terpisah, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meminta kepada Dinas Pemuda Olahraga untuk mempersiapkan diri dengan baik guna menyambut obor Asian Games 2018, Minggu (29/7) besok.
Hal itu disampaikan Danny saat menggelar rapat di kediaman pribadinya di Jalan Amirullah, kemarin. Rapat sore hari itu dihadiri seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kota Makassar.
Adapun catatan orang nomor satu di Kota Makassar itu kepada Dispora, agar memperjelas rute yang akan dilalui oleh pembawa api obor. Termasuk iring-iringan dan acara hiburan.
“Saya mau persiapannya diselesaikan. Rute yang akan dilalui harus jelas, dan apa saja kegiatan hiburannya. Usai pelaksanaan salat subuh berjamaah besok (hari ini) rapat kembali dilanjutkan. Saya mau dituntaskan. Termasuk melakukan geladi,” tegas Danny, Jumat (27/8).
Kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar, Danny meminta untuk tidak melibatkan pelajar SMP ikut terlibat menyemarakkan acara ini. Mereka akan ditempatkan di sepanjang jalan pada rute yang bakal dilalui obor Asian Games.
“Saya mau pelaksanaan ini berjalan baik dan meriah. Saya mau siswa-siswi SMP yang dilibatkan untuk menyemarakkan kegiatan tidak telalu lama menunggu. Tidak mau saya ada anak-anak pingsan. Siswa SD tidak usah dilibatkan,” tandasnya.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar telah menyiapkan 100 personel untuk disebar di beberapa titik. “Kami siap mengamankan dan mengatur lalulintas untuk rute-rute yang akan dilewati para peserta pemegang obor,” kata Muh Darwis, Kepala Seksi Penindakan Lalulintas Bidang pengembangan dan penindakan (PKP) Dishub Makassar. (rhm-arf/rus)

