MAKASSAR, BKM — Empat pelaku penyerangan Aspol Tello diamankan tim Resmob Polsek Panakkukang. Masing-masing Asriadi alias Asri (19), Nhuzul alias Aco (20) dan Akbar (20). Ketiganya warga Bitoa. Sementara Rio (20), beralamat di Biringromang.
Polisi menangkap komplotan ini di lokasi berbeda. Dari peristiwa ini, petugas kepolisian mengamankan barang bukti berupa sebatang anak panah yang saat itu tertancap di tangan korban. Dua batang anak panah diamankan dari tangan pelaku.
Ada pula satu unit motor Honda CBR warna merah yang digunakan pelaku. Hanya saja, kendaraan roda dua tersebut tersisa rangkanya. Sebab sudah dibakar oleh warga.
Aksi pelaku berlangsung pada Jumat malam (3/8) pukul 20.00 Wita. Kawanan yang berjumlah lima orang melakukan aksi penyerangan di Aspol Tello dengan menggunakan panah besi. Benda tajam itu kemudian mengenai seorang remaja bernama Alam alias Nuary. Warga yang melihat penyerangan itu berusaha menghentikannya.
Sempat terjadi kejar-kejaran antara pelaku yang menggunakan motor dengan warga setempat. Namun apes. Motor yang dikendarai pelaku menabrak seorang pengendara motor lainnya.
Seorang penyerang menjadi bulan-bulanan warga. Bahkan motor yang digunakannya dibakar oleh warga karena tersulut emosi.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Ahmad yang sementara melakukan patroli wilayah, mendapat informasi kejadian. Mereka pun langsung bergerak ke lokasi. Selanjutnya petugas kepolisian melakukan penyisiran di Jalan Paccinang.
Petugas melihat kerumunan warga yang tengah menghakimi seorang pria. Diketahui bahwa pemuda tersebut merupakan seorang pelaku penyerangan Aspol Tello.
Petugas lalu mengevakuasinya. Belakangan diketahui namanya Asriyadi. Motor yang digunakannya tinggal menyisakan rangkanya saja.
Tak lama kemudian polisi menerima informasi bahwa salah seorang pelaku lainnya telah diamankan oleh warga. Petugas lalu ke SPN Batua dan mengevakuasi pelaku bernama Nhuzul alias Aco.
Tersangka Asriyadi yang kondisinya babak belur dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis. Sementara Nhuzul digelandang ke Mapolsek Panakkukang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari RS Bhayangkara, Asriyadi kemudian dibawa ke kantor polisi. Dari pengakuan keduanya, mereka mendatangi Aspol Tello bersama tiga rekannya yang lain. Dua motor dikendarai sambil berboncengan. Masing-masing Honda Blade warna hitam dan Honda CBR warna merah.
Ketika dua rekannya bernama Akbar dan Rio melepaskan anak panah, tiba-tiba mengenai seorang lelaki yang sementara menyeberang jalan.
”Temanku yang membusur. Saat itu Akbar dan Asriyadi membonceng Rio menggunakan motor CBR,” ungkap Nhuzul.
Menurut pelaku, aksi penyerangan ini mereka lakukan karena pernah jadi sasaran penyerangan warga Aspol Tello. Hingga akhirnya mereka balas dendam.
Usai diinterogasi, keduanya lalu digiring untuk pengembangan. Mereka diminta menunjukkan persembunyian ketiga rekannya yang lain.
Rio yang merupakan esekutor diamankan pada sebuah rumah di Perumnas Antang. Tim Resmob yang dipimpin Dantim Bripka Dzulqadri berhasil meringkusnya.
Pengembangan pada hari Minggu (5/8) pukul 07.30 Wita, tim Resmob kembali mengepung sebuah rumah di Jalan Bitoa, Kecamatan Manggala. Di rumah ini Akbar bersembunyi. Dia berhasil diringkus saat tertidur pulas.
Pengejaran satu pelaku lainnya belum membuahkan hasil. Polisi memasukkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Selanjutnya, empat pelaku yang berhasil diamankan digiring ke Mapolsek Panakkukang bersama barang bukti tiga buah anak panah, sebuah kriklin besi dan rangka satu unit sepeda motor yang dibakar warga.
Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan, empat pelaku penyerangan terhadap warga Aspol Tello telah berhasil diringkus. Satu rekannya masih buron.
“Motif penyerangan oleh pelaku karena dendam. Salah seorang pelaku bernama Nhuzul alias Aco mengaku pernah dikeroyok oleh warga Aspol Tello. Tapi kita masih dalami motifnya,” ujar Kompol Ananda, kemarin. (ish/rus)
Serang Aspol Tello, Empat Ditangkap, Motornya Dibakar
×

