pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

DPRD ‘Adili’ Dinas Pendidikan

SIDRAP, BKM — DPRD Sidrap memanggil Dinas Pendididikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidrap, Senin, (6/8). Pemanggilan untuk mendengar pendapat terkait proses belajar mengajar SDN 5 Bilokka dibawah kolong rumah di Dusun Bukkere, Desa Cenrana, Kecamatan Panca Lautang, Sidrap.

Ketua DPRD Sidrap, H Zulkifli Zain mengatakan, Raker membahas kendala yang dihadapi Disdikbud sehingga tidak memberikan fasilitas belajar yang layak disana.
“Kita panggil Dinas Pendidikan untuk Raker pendapat bersama komisi I DPRD terkait apa akar persoalannya sehingga masih ada murid belajar di bawah kolong rumah,” ujar Zulkfili.
Pada kesempatan itu Disdikbud Sidrap hingga kini belum membangunkan ruangan permanen kelas jauh SDN 5 Bilokka. Alasannya, dikarenakan warga di wilayah itu selalu pindah-pindah dan tidak menetap.
Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Sidrap, Syahrul Syam dalam rapat dengar pendapat bersama Ketua DPRD Sidrap dengan anggota komisi I DPRD, kemarin.
Syahrul mengatakan sebenarnya sudah dua kali dibangunkan ruangan darurat secara swadaya pada 2007. Namun, kata dia hidup mati, biasa ada murid biasa tidak.
“Itulah salah satu kendala. Sebab orang tuanya tidak menetap karena hanya petani penggarap. Disamping itu, juga masalah lahan yang mau dijadikan tempat gedung sekolah, karena disana rata-rata kawasan hutan lindung,” kata Syahrul.
Kepala Disdikbud Sidrap, Nur Kanaah mengatakan, sudah menganggarkan Rp 650 juta untuk pembangunan SDN 5 Bilokka pada 2019 mendatang.
Dana tersebut, bisa digunakan untuk membangun satu ruangan kelas jauh SDN 5 Bilokka. Namun, kata dia harus ada lahan yang disiapkan oleh warga dan pemerintah setempat.
“Harus begitu karena menggunakan anggaran DAK, bedah kalau DAU biar tidak ada sertifikan. Namun masalahnya dana DAU sudah 20 tahun tidak ada. Yang selama ini digunakan membangun hanya menggunakan DAK,” katanya.
Kades Cenrana, Kartono terpisah mengatakan, dari dulu warga sudah menetap dan memiliki lahan garapan sendiri seperti perkebunan cengke, kemiri, durian, kopi, jagung, dan lainnya.
“Memang disana itu pemukiman penduduk dan warga menetap tinggal dan tidak pindah-pindah. Disana itu ada sekitar 262 jiwa dengan jumlah rumah sekitar 40 lebih,” katanya.
Kartono juga mengaku sejak 2011 anak-anak selalu belajar di bawah kolong rumah dan tidak perna dibuatkan bangunan darurat. (ady/C)



×


DPRD ‘Adili’ Dinas Pendidikan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar