MAKASSAR, BKM — Dua hari pascakebakaran di Jalan Tinumbu, warga terus berdatangan di lokasi kejadian. Mereka hendak melihat langsung kondisi yang ada.
Apalagi, peristiwa yang menewaskan enam orang itu kuat dugaan disengaja. Pelakunya diindikasikan sebagai komplotan yang mencari-cari cucu pemilik rumah bernama Fahri, yang kabarnya terlilit utang. Fahri juga tewas akibat kebakaran.
Dugaan adanya unsur kesengajaan ini, diinformasikan oleh AD. Dia adalah kekasih Namira, cucu H Sanusi yang juga meninggal dalam kebakaran.
Sebelum tewas terbakar, Namira sempat menghubungi AD pada Senin dini hari (6/8) pukul 01.00 Wita. Empat orang ia laporkan mendatangi rumah H Sanusi, kakek Namira. Pelaku masuk ke rumah korban dengan bersenjata parang dan anak panah serta pelontarnya.
AD yang juga mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Makassar, menuturkan saat Namira meneleponnya, ia berada di rumahnya. Dalam komunikasi tersebut, Namira berbicara dengan terbata-bata karena ketakutan.
”Ia (Namira) menyampaikan kalau rumah nenek yang ditinggalinya didatangi empat orang lelaki dengan membawa senjata tajam. Mereka mencari Fahri. Saya sempat bilang ke Namira, apa maksud kedatangan laki-laki itu,” jelas AD.
Karena diliputi rasa khawatir, AD kemudian meminta Namira untuk berkomunikasi lewat video call. Dengan harapan bisa merekam empat pria yang datang itu. Sayangnya, upaya tersebut gagal.
Video call tidak berhasil menangkap gambar laki-laki yang datang. Sebab Namira tengah bersembunyi. ”Dia sembunyi di balik pintu karena takut,” tuturnya.
Saat itu juga, AD menyampaikan ke Namira bahwa dirinya akan datang ke rumah kekasihnya itu. Namun, Namira melarangnya.
”Katanya sudah tengah malam. Biar dia sembunyi di belakang pintu karena takut,” ujarnya menirukan perkataan Namira.
Setelah itu, Namira memutus sambungan telepon. Sedang AD menunggu jangan-jangan pacarnya menelepon kembali.
AD lalu berbaring di tempat tidur. Hingga akhirnya terlelap, dan baru terbangun pada pukul 08.00 Wita.
Tak lama kemudian, AD mendapat kabar dari teman kuliah Namira kalau ia sudah meninggal dunia dalam kebakaran yang terjadi di rumah kakeknya. ”Saya menduga kebakaran itu dilakukan empat orang laki-laki yang datang malam itu,” jelas AD.
Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, Namira tidak hanya menelepon kekasihnya. Tapi juga berkomunikasi dengan seorang wanita berinisial NN.
”Saya juga ditelepon oleh Namira sebelum kebakaran. Dia meminta saya untuk segera ke rumah kakek (H Sanusi). Saya takut datang, karena saya perempuan. Namira bilang, ada empat laki-laki bersenjata parang dan panah yang datang,” ujar NN.
Siang kemarin beredar informasi jika empat orang telah ditangkap terkait peristiwa ini. BKM mencoba menghubungi Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Diari Estetika. Namun ia membantahnya.
”Belum ada (yang diamankan). Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap,” kata Diari. (ish/rus)
Empat Pria Bersajam Diduga Pelaku Pembakaran
×

