SALAH seorang jamaah Abu Tour yang batal berangkat ke Tanah Suci, Jumaini menanggapi kabar pengembalian aset tersebut dengan cukup antusias.
“Alhamdulillah kalau ada kabar baik soal itu. Kami berharap bisalah diselesaikan. Syukur kalau uang yang kami setor bisa kembali,” ungkap ibu dua anak ini ketika dihubungi BKM, Jumat (24/8).
Dia melanjutkan, dirinya mendaftar sebagai salah satu jamaah Abu Tour lewat salah satu agen yang ada di Kabupaten Maros. Setelah terjadi peristiwa ini, bersama delapan calon jamaah lainnya, dia memberikan surat kuasa kepada agen tempatnya mendaftar untuk membantu memfasilitasi jika ada perkembangan yang terjadi.
“Jadi saya dengan delapan jamaah lainnya sudah tandatangani surat kuasa setelah bicara sama agen. Jadi kalau ada perkembangan, termasuk jika ada kabar gembira jika dana yang kami setor bisa dibayarkan, kami serahkan ke agen untuk mengurusnya,” katanya.
Jumaini tercatat sebagai calon jamaah Abu Tour yang seharusnya diberangkatkan Februari 2018 lalu. Semua persiapan untuk keberangkatan sudah ada. Termasuk koper, baju seragam, dokumen penting seperti paspor dan sebagainya, telah diberikan pihak Abu Tour. Namun hingga saat ini, niat untuk umrah ke Tanah Suci belum juga terealisasi.
Dia mengaku menyetor dana sebesar Rp16 juta ke Abu Tour satu tahun sebelum pihaknya dijanjikan untuk berangkat.
“Kalau tidak bisa kembali dana kami full Rp16 juta, tidak apa-apa. Kan kami juga sudah dapat perlengkapan dari Abu Tour seperti koper, baju dan lainnya. Dihitung saja itu,” pungkasnya. (rhm/rus)
”Syukur kalau Uang Kami Bisa Kembali”
×

