JENEPONTO, BKM – Dua agenda rapat paripurna tingkat 1 yang digelar DPRD Kabupaten Jeneponto, Senin (27/8) kemarin. Yakni penyampaian hasil penetapan calon terpilih pemilihan bupati dan wakil bupati Jeneponto periode 2018-2023, berakhirnya masa jabatan bupati dan wakil bupati Jeneponto periode 2013-2018 serta pengunduran diri wakil bupati Jeneponto periode 2013-2018.
Agenda kedua rapat paripurna tingkat 1 dalam rangka penyerahan Ranperda tentang Nota Keuangan Pertanggungjawaban APBD TA 2017 yang dipimpin Ketua DPRD Jeneponto, Kaharuddin Muang.
Rapat paripurna ini juga dihadiri Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar, Wabup, H Mulyadi Mustamu, Kapolres AKBP Hery Susanto, Kajari, Ramdiagus, Ketua PN Jeneponto, Sunaryanto, Kasdim, Mayor Kamaluddin Samad, para Kadis, dan para anggota DPRD Jenepinto yang memadati ruang rapat utama Kantor DPRD Jeneponto, kemarin,
Bupati Jeneponto mengatakan, Kabupaten Jeneponto meraih penilaian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yakni Wajar Dengan Pengecualian (WDP) diucapkan.
Namun demikian, Jeneponto mendapat teguran dari Sulsel tentang keterlambatan penetapan APBD TA 2017 lalu.
”Untuk itu, mari kita taat pada undang-undang bahwa penetapan APBD TA 2019 Ditetapkan pada 31 November 2018. Semoga kita mendapat penilaian baik dari BPK, yakni WTP TA 2018. Semoga hasil ini, Jeneponto semakin gammara,” jelas Iksan Iskandar. (krk/mir/c)
Bupati Harap Jeneponto Raih WTP
×

